Posted in Observasi Absurdisme :D

Are You A Secret Lover, Read This!!!

Jika orang lain memilih untuk maju memperjuangkan perasaan mereka agar menjadi nyata, kamu yang lebih memendam cinta pasti meraskan juga lika-likunya. Kamu patut sadar bahwa memendam cinta bukanlah sikap seorang pengecut, juga bukan sifat seorang psikopat (meski kadang ada benernya hehe…).

Mengagumi dari jauh, selalu ingin tahu siapa diri terdalam orang yang membuatmu jatuh hati, mendukung dan berdoa buatnya tanpa ada yang tahu, bahkan cemburu dan bersikap posesif (meski hanya dalam diam) pada setiap yang dekat dengannya adalah segelintir cerita yang selalu kamu lalui  sehari-hari sebagai seorang secret lover aka secret admirer.

Memendam rasa dalam diam dan memilih untuk tidak mengungkapkannya adalah hal paling berani. Nggak semua orang berani lho ngelakuin ini. Standing apllause deh, buat mereka yang berani mengundang rasa sakit…

Suka diam-diam ngga berarti buruk kok, mblo. Malah gw memperhatikan kualitas terbaik dalam diri seorang Secret Lover atau Secrer Admirer seperti yang ada di bawah ini… (menurut survey pribadi dan hasil ngobok-obok buku psikologi) #eeeetdaaaaah

Kamu memahami bahwa cinta itu sepenuhnya tentang tindakan. Titik!

love-story-valentines-giveaway(fatchett.com).jpg

fatchett.com

Kamu sadar bahwa cinta itu bukan hanya sekedar kata dan gombalan, maka kamu lebih memilih berdoa buatnya dan menunjukkan isi hatimu lewat sikap dan perilaku, bukan gombalan murahan! Memilih diam demi menjaga hati dan hidupnya adalah sikap paling kece dari seorang pecinta sejati🙂

Tindakanmu yang penuh ketulusan hati itu….

13754297_1199503013413477_5570806280449448621_n.jpg

Kamu patut tahu bahwa tindakan yang berlandaskan cinta, semua orang akan bisa merasakan ketulusan dalam tindakanmu, bukan hanya dia yang kamu sayangi. Soal fisik, materi dan segala tetek bengek yang berbau duniawi, lewaaaaat…. Buatmu, bahagia adalah membuatnya bahagia.

Kamu belajar bahwa cinta itu tentang kesabaran

o-WOMAN-THINKING(i.huffpost.com).jpg

s3.amazonaws.com

Memendam rasa adalah pilihan paling bijak demi menjaganya. Salah langkah hanya akan membuatnya semakin jauh dan illfeel denganmu. Bukan perkara mudah memang. Tetapi rasa takut untuk mengusik hidup orang yang kamu cinta nyatanya membuatmu memilih diam dan bersabar untuk beberapa lama lagi sebelum tiba saat yang tepat. Semua bakal indah pada waktunya, ya nggak mblo?

Kamu mampu membedakan mana cinta dan mana nafsu

Kamu melihat bahwa cinta adalah cinta, dan nafsu adalah nafsu. Tak akan tercampur antara keduanya. Cinta tak lekang oleh materi duniawi, tetapi nafsu mudah membutakan ketika materi duniawi yang lebih gemerlap terpampang nyata membahana di depan mata. Jadi, tanya sama diri sendiri, apa yang bikin kamu kepincut sama dia?

Hartakah?

Paraskah?

Silsilah keluargakah?

atau Jabatankah?

Kamu mampu melihat kualitas dan potensi terdalam seseorang

Yep, khususnya buat orang yang kamu sayangi. Nggak mungkin hatimu tertaut begitu dalam sama seorang yang biasa saja atau hanya sekedar rupawan. Pas liat yang jidatnya kinclong dikit, buyar deh itu cinta.

Pasti ada suatu magnet mental yang mampu menarikmu begitu kuat. Magnet itu adalah kualitas diri, potensi diri, kecerdasan, kesantunan sikap, senyum yang tulus, tatapan mata penuh antusias dan semangat dalam diri. Semakin kamu mengenal ‘isi’ dalam diri seorang yang kamu sayangi, semakin jauh rasa kagum menjelma menjadi cinta.

DILEMA UMUM: Kamu merasa sangat takut kehilangannya, tetapi merasa tak pantas untuk memiliki

tumblr_nl06eulHBj1r695ygo1_1280(66_media.tumblr.com).jpg

66.media.tumblr.com

Bingung kan, mblo? Bukan cuma kamu kok, di dunia ini yang pernah nyicip dilema cinta macam itu. Kamu merasa orang yang kamu sayangi adalah segalanya. Ia terlihat agung di matamu. Semakin kamu mencoba memantaskan diri, semakin kamu bingung di buatnya.

Saat mencoba melupakan, rindu padanya semakin terasa sesak (meski kamu membenci dirimu karenanya)

 Sad-girl(stylearena.net)

stylearena.net

Beragam cerita yang telah kamu lalui membuatmu menjadi seorang yang tegar dan tangguh

13726700_1199503296746782_3908025044735321214_n.jpg

Setuju dong, kalau cinta itu nggak harus memiliki.Kamu sadar bahwa cinta tak harus memiliki. Kamu bahkan lebih merelakan ia bahagia dengan yang lain ketimbang dengan dirimu sendiri. Beragam tempaan hidup terutama soal cinta dan asem manis pahitnya yang kadang susah dilupain sudah kamu cicip semuanya.

Hingga tanpa kamu sadari, sebenarnya kamu adalah seorang yang luar biasa. Inget kata Bunda Elly di atas, noh.

Pada akhirnya kamu mengerti bahwa cinta yang kamu pendam adalah ujian terbesar buatmu

girl witing (9walls.in).jpg

9walls.in

Dalam iringan doa kamu selalu berharap agar dipertemukan dengannya suatu saat nanti. Pada suatu titik akhirnya kamu merasa bahwa ia semakin jauh. Terlalu malu untuk mengungkapkan, tetapi merasa tersiksa jika harus mengubur dalam-dalam rasamu. Kamu memilih merelakan meski air mata sebagai harga yang harus kamu terima.

Cinta yang kamu tanam dan tumbuh bagai sekuntum bunga dalam hatimu, tiba-tiba harus tercabut paksa hingga menyisakan lubang yang menganga dalam. Sadarilah bahwa saat itu Tuhan mengujimu, sekaligus sedang mempersiapkan yang lebih baik buatmu. Hingga lubang dalam hatimu akan terisi kembali dengan sosok yang lain.

***

Sekedar corat-coret. Maaf kalau rada absurd dan data kurang sesuai dengan sebagaian orang. Tiap orang punya jalan cerita dan kisah mereka masing-masing.

Happy malem sabtu, mblo (^_^)

Posted in Observasi Absurdisme :D

Tentang Sukses yang Kadang Tak Digubris

Malem ini dingin, malem kamis yang misterius… Rasnya pingin jadi orang bener dan ngepost hal-hal yang benar dan lurus. Kali ini pemirsa jangan takut disesatkan🙂 Sueeeer…

*********

Kita nggak pernah tahu kapan kita sukses dan kapan kita gagal. Yang bisa kita lakukan adalah menjalani tiap usaha dengan iklas, fokus, sungguh-sungguh dan selalu mengharap kesuksesan datang dalam usaha kita. Namun seringkali banyak orang menyerah pada kegagalan, padahal mereka nggak pernah tahu sedekat apa kesuksesan dengan usaha kita. Yap kata-kata itu yang selalu dikatakan Thomas Alfa Edison. 

Seperti cerita, seorang musrid SMA bercita-cita menjadi juara di kelasnya, namun sejak pertama ia bukanlah siapa-siapa. Ia cenderung minder sebab merasa tak memiliki kemampuan khusus seperti kawan seangkatannya. Sejak ia divonis selalu berada di peringkat akhir, sejak saat itu pula ia menyerah. Ia berusaha tanpa semangat dan selalu memikirkan kegagalan serta kekecewaannya yang dahulu.

Pada suatu ketika ia ingin mencoba, sebab ia sadar jika ia tak pernah melakukan hal terbaik dalam hidupnya, maka ia akan gagal sama sekali dalam hidupnya.

Thomas said, “Lebih baik ambil jalan berliku dan mendaki di bukit terjal, ketimbang harus menempuh jalan yang selalu mulus…” 

Dua tahun berlalu, ia membuktikan dirinya dapat meraih kesuksesan masa SMA-nya dengan prestasi cemerlang. Bahkan setelahnya ia mencoba meraih prestasi dengan masuk ke uUniversitas erbaik di negerinya. Ialah Adam Khoo. Seseorang yang dianggap remeh oleh orang sekitarnya sebab kebodohannya dalam prestasi di sekolah, namun hingga saat ini ia mencapai karir gemilang dan prestisius. Berikut hal yang dapat kita pelajari tentang kecerdasan yang dimiliki oleh makhluk hidup berbeda yang memotivasi diri kita:

a). Kecerdasan Seorang Bayi

fans

(Tolong anggep gambar ini sebagai seekor seorang bayi yang mukanya unyu)

seorang bayi rata-rata pernah lebih dari 250 kali jatuh untuk berjalan. Tiap ia terjatuh, ia menangis sesaat bahkan tertawa, lalu ia bangkit lagi. Sebelum kuat untuk berjalan, ia merangkak, merangkak, dan merangkak menghampiri mainan, ayah, ibu atau biskuit kesukaannya. Lalu ia mencoba berdiri dengan berpegang pada tangan  ibunya atau sandaran disekitarnya, kursi atau sofa misalnya. Ia mencoba berdiri, berdiri dan berdiri, kemudian mulai menggerakkan kakinya untuk melangkah dengan langkah kecil. Saat ia berdiri, kadang ia tersenyum bahkan tertawa sendiri sebab ia bangga suatu hari nanti ia dapat berlari mengejar ayah atau ibunya, mungkin kucing kesayangannya.

 Itulah kecerdasan dasar seorang bayi. Meski matanya belum bisa membedakan warna, kakinya belum mampu menapaki jalan raya, mamun jiwanya masih suci sebab belum tersentuh setitik dosa sekalipun ataupun kesalahan. Hakikatnya SEORANG BAYI TIDAK PERNAH PUTUS ASA lantaran ia tak belum bisa berjalan lalu ia ngambek.

Kecerdasan spiritual semacam inilah yang harusnya diajarkan, dipelihara dan dicanangkan hingga dewasa dengan bantuan orang tua sebagai motivator seumur hidup bagi sang bayi kelak. Sayangnya ketika mereka mencapai bangku sekolah, mereka lupa ada hakikat kecerdasan dasar mereka dan lebih mengasah pada kecerdasan intelektual saja. Kecerdasan yang dimaksud adalah semangat jiwa yang tak kenal putus asa dan menyerah.

Lihat pula ketika sang bayi mulai belajar berbicara, ia akan berceloteh agar didengar oleh orang di sekelilingnya. Ia akan mengatakan bahasa apa saja untuk memanggil ayah atau ibunya meski tak jelas. Ia mengerahkan seluruh kemampuannya, mengalahkan keterbatasan atas belum maksimalnya kerja pendengaran, belum maksimalnya memori otak, dan keterbatasan pandangannya. Lihatlah betapa hebat seorang ibu yang telaten menjadi guru pertama dan pelatih yang hebat, dengan mengulang berulang kali sepatah dua patah kata. Ibu mengajak si bayi berkeliling halaman rumah dan mengenalkan pada si bayi bunga-bunga yang indah, mobil, semut, kupu-kupu dan cicak di dinding, serta berusaha membuat si bayi tertawa sebagai respon pertama otak.

Bayi juga memiliki kecerdasan duplikasi, yakni kecerdasan meniru perkataan dan perilaku orang lain. maka, berilah contoh perilaku baik di depan si bayi. Entah melakukan ibadah, bernyanyi, membaca dan mewarnai. Namun kecerdasan duplikasi bagi seorang pelajar yang tak kenal putus asa adalah rahasia kesuksesan yang utama.

Dalam dunia pendidikan, para pendidik seakan lupa pada kecerdasan emosional, mental, dan spiritual. Dan guru hanya menjadikan nilai dan angka- angka sebagai parameter, sehingga banyak murid yang pintar (secara ntelektual), namun mudah rapuh dengan keputusasaan. Banyak pula siswa pintar, namun mengesampingkan sama sekali nilai kejujuran dan kebaikan. Maka yang sering dicetak pada generasi semacam itu adalah generasi hura- hura, generasi pembunuh, generasi narkoba, generasi free sex dan generasi putus asa dengan memilih bunuh diri sebagai alternatif melupakan masalah. Na’udzubillah.

Fenomena lain juga umum terjadi menjelang kelulusan, dimana konvoi remaja dengan seragam yang dicorat coret, dan balapan liar melanggar lalu lintas. Tak jarang juga berakhir dengan pesara narkoba, miras dan free sex. Segala akibat tersebut ialah produk dari kegagalan pendidikan dalam hal mendidik mental, emosi dan karakter mereka.

Maka, seorang bayi adalah lambang kesucian dan fitrah rabbani. Maka kembalilah seperti bayi dengan jalan taubat dan sukseslah di masa depan.

b). Kecerdasan Thomas A. Edison     

imagesTahukah anda berapa kali Edison gagal sebelum menemukan bola lampu? Jawabannya sangat fantastis, 10.008 kali.

Edison adalah seorang anak yang memiliki cita- cita untuk menerangi dunia dengan penemuannya. Ia tak pernah menyerah sebelum menerangi dunia. Iapun mendapat begitu banyak cobaan, salah satunya ialah ia menderita tuli pendengaran semasa kanak-kanak, selain itu pabriknya yang sudah dua kali terbakar. Apakah ia lantas menyerah? Tidak.

Betapa hebatnya semangat dan perjuangan seorang Edison. Ia belajar otodidak demi menemukan sebuah bohlam yang sangat sederhana. Tanpa jasanya, kita akan selalu menggunakan obor dan lilin. Maka jangan pernah menyerah sebelum gagal sepuluh ribu kali. Belajarlah seperti Edison.

Ia bukanlah nabi atau raja yang terhormat. Ia hanya manusia biasa dengan kecerdasan natural yang tidak mudah menyerah dan terus mencoba. Namun, formula kesuksesannya ialah try and error.

Tanpa kegigihan, niscaya tiap kegagalan berujung pada keputusasaan !!!

Kegigihan pula yang membuat nama Thomas  A. Edison dikenal oleh seluruh orang di penjuru dunia. Hingga temuannya menjadi shadaqah terbesar dalam sejarah peradaban manusia.

Maka benar pula firman Allah dalam QS Al Mujaadilah [58]: 11, bahwa Allah akan meninggikan derajad orang- orang berilmu. Lihat pula ketika nama Edison tertulis dengan tinta emas bersama fotonya, dan namanya tercetak di buku- buku pelajaran sekolah, di fakultas- fakultas. Bahkan, namanya disejajarkan bersama nama Albert Einstein sebagai tokoh yang berjasa bagi dunia

c). Kecerdasan Laba- laba


spiderSeorang pembelajar mestinya meniru kegigihan dan kesabaran laba- laba. Ketika berada di pohon, ia memintal jarring tipis namun lengket. Ia dengan sabar menunggu mangsa mendekati perangkap dan akan makan bila mendapatkan mangsa. Perangkap milik laba- laba begitu rapuh, ringkih, mudah terkoyak diterpa hujan dan angin lebat. Namun betapa hebat laba- laba selalu memperbarui sarangnya seperti sedia kala. Itulah kegigihan.

Setelahnya beberapa serangga yang lengah akan mendekat dan terjebak bersama lengketnya benang tipis. Inilah yang membuat laba- laba dapat bertahan hidup berkat kegigihan dan kesabaran yang diberikan Allah padanya. Laba- laba hanya memiliki satu cara dalam berburu, namun manusia memiliki ribuan cara untuk kesuksesan !!!

Dengan potensi laba- laba yang minimal, prasarana dan sarana terbatas, ternyata laba- laba sukses menyantap serangga hingga kenyang. Hal ini pula yang patut menjadi contoh bagi para pembelajar cerdas. Bahwa keterbatasan dana dan fasilitas bukanah menjadi halangan bagi usaha kita. Ingatlah bahwa semakin minim sarana dan dana, maka seseorang dapat menjadi lebih gigih, kreatif dan inovativ dalam menyiasati tiap kekurangan dalam kehidupannya.

(Rewrited based on the real Book : La Tahzan, Fidi Mahendra)

********

Jika direnungkan, dulunya orang sukses yang kaya adalah sebatas orang miskin yang ternyata sukses merubah hidupnya. Ia sukses sebab ia tidak menyerah dengan segala kekurangan yang ada pada dirinya.

Misal jika anda terbatas dalam hal penglihatan, maka duduklah di bangku paling depan. Bila anda kurang dalam pelajaran, tanyalah guru atau kakak kelas yang lebih pandai dalam belajar, mungkin mengikuti bimbingan belajar. Bila masih gengsi, berusahalah mengulang dari awal dan perbarui catatan dengan metode mind maping yang rapi dan penuh warna. Jika anda tidak memiliki buku, pergilah dan daftarkan diri sebagai anggota perustakaan. Hal-hal tersebut adalah lima cara manusia untuk dapat sukses.

Yang terpenting, bagaimana usaha kita untuk mengatasi keterbatasan- keterbatasan diri. Jadi, masihkah kita pasrahkan diri kita pada kegagalan sebagai tanda keputusasaan??? Silahkan tanya pada diri anda sendiri.

Dalam buku Half Broken-Half Solid dijelaskan bahwa hidup ini pada dasarnya tak ubahnya sebagai sebuah pertandingan. Setiap peserta (kita) punya satu tujuan : Garis Finish. Kita pasti melakukan usaha jika ingin menang hingga garis ginish. namun, tak jarang kecurangan demi ambisi sebagai pemenang pertama dalam garis finish mengotori langkah dan niat kita. Seharusnya bukan urusan menang atau kalah. Dalam perlombaan hidup untuk segera sampai ke finish, kita dihadapkan pada tantangan dan rintangan. Oleh sebab itu, kerja sama, gotong royong, semangat dan sikap saling mendorong kesuksesan dibutuhkan. Kesabaran dalam menghadapi tantangan juga penting.

Hidup ini terlalu sempit jika berpikir hanya untuk menang atau kalah

Posted in Observasi Absurdisme :D

How to be An Amateur Blogger

Jadi kali ini gw pingin membahas soal bagaimana menjadi amateur blogger alias blogger amatir? Lha kok?

blogger-image-940629705

Iya, kebanyakan kalo di google pasti nemunya ‘bagaimana menjadi seorang blogger profesional’, iya kan? Dan itu ngebosenin! Titik!

Nah jejomblo yang budiman, kali ini Fina bakal memproklamirkan apa-apa saja yang harus kalian lakukan untuk menjadi blogger amatir yang profesional. Bingung? Iya, gw juga. Nah sebelum itu ijinkan gw ber-intermezzo ria mengengai perjalanan perccintaan gw sebagai seorang jombo yang akhirnya menemukan blog sebagai tambatan hati, yang setianya melebihi seorang kekaseeeh.

Part I

Kalian pernah SMP, kan? (Gw tonjok lo kalo ada yang ngaku nggak pernah di stage ini). Haha bercanda… Intinya dari sinilah gw kenal yang namanya dumay. Inget omegle.com nggak? Iya, itu situs yang bisa bikin kita chatting sama manusia-manusia random di muka bumi ini. Dari situ gw begitu beraninya chatting make bahasa inggris meski IQ gw tentang bahasa Inggris itu pas-pasannya kelewatan. Nah dari situ juga gw belajar bahwa dunia luar itu keras. Kenapa? Pasalnya banyak manusia berotak ngeres yang sengaja melakukan sexchat. Seperti itu…

Di stage ini gw belajar tentang internet sebagai suatu tuntutan profesi #eeetdaaaah

Gw mah gitu, udah belajar sombong dari kecil. Pertama, gw kan jadi tau caranya bikin HTML, email, pesbuk dan blog dari pelajaran komputer di SMP. Nah gw belajar hal menyenangkan tentang internet, candu! Yep, apalagi kalo udah bahas tentang ngeblog menurut gw. Itu hobi yang nggak semua orang punya, meski hobi gw aselinya ya cuma stalking saking nggak adanya kerjaan. Kedua, selain tuntutan profesi, gw dulu adalah orang yang demen banget jadi korban pembully-an. Bukan bully yang kesannya diceng-cengin, kagak! Itu kebagusan, mah. Gw beneran di bully, yang mulanya cuma dari sahabat sendiri, tiba-tiba jadi sekelas, trus tiba-tiba jadi satu angkatan. Yawes, aku ra popo.

Nah dari situ gw kan jadi makin cinta sama buku-buku. Soalnya tiap gw ngerasa sedih dan sendiri, gw pasti lari ke perpustakaan. Di situ gw ketemu Bu Hamidah yang selalu nyodorin ge buku bagus buat dibaca, misal buku bahasa Inggris Oliver Twist dkk. Ada juga Hans Christian Andresen yang bikin gw selalu mengenang buku The Ugly Duckling berbahasa Inggris yang ceritanya gw banget. Iya, si itik buluk yang jelek dan akhirnya berubah jadi angsa yang cantik mengenaskan. Ntar gw bakal bikin foto dear mantan deh buat pemirsa. Ntar tapi ya kalo udah secakep Raisa yang make jilbab. Soalnya sekarang gw masih kayak Priscia Nasution.

Buat gw Bu Hamidah itu superhero yang udah nyelametin hidup gw banget. Gw akhirnya ngerasa manfaat besar sampai detik ini. Ketika semua orang pada sibuk memfitnah, nyebar gosip, ngorek-ngorek bobroknya orang lain tapi nggak introspeksi diri dan sibuk nyakitin orang lain, gw belajar tentang dunia yang lebih luas, gw belajar bahasa Inggris yang akhirnya nganterin gw jadi delegasi sekolah buat lomba writing competition tingkat nasional dan gw belajar dari temen-temen baru lewat blog. Gw juga belajar gimana caranya biar bisa keluar dari lubang tikus, nggak lagi berteman sama tikus-tikus busuk. Eh, taunya belajar gw membawa hasil. Gw bisa keluar dari lobang tikus dan masuk ke kelas unggulan sampe kelas tiga. Dan tentang blog gw, kodokngorek.blogspot.com akhirnya semakin berkembang.

Gw belajar bahwa mungkin di dunia nyata kita selalu dihalangi buat jadi diri sendiri, tapi enggak ya kalo udah masuk ke dunia per-goblog-an per-blog-an. Gw bisa jujur, apa adanya dan bisa juga cerita yang enggak-enggak tanpa harus dihalangi apapaun. Blog ibarat kamar pribadi lo, yang bisa masuk yang cuma lo sendiri pake password, lo bisa customize se-alay dan semau jidat, estetika dan rules semua lo yang atur. Lo bisa terima tamu, menjawab mereka dan saling bersilaturrahmi dengan mengunjungi ‘kamar’ orang lain. Stop sampai di situ, jangan ngeres!

Nah di blog itu juga gw paparkan semua kisah-kisah gw. Yep, alay-nya anak SMP itu kan ngga nahan. Gw punya banyak follower yang gw curigai memiliki persamaan nasib sama gw. Alhasil pada tahun kedua SMA, gw kudu say goodbye sama blog itu. Gw putuskan buat punya hidup baru, yaitu dengan belajar persiapan UNAS dan SNMPTN.

Part II

Di masa ini gw merasakan lebih banyak lagi inspirasi yang mengalir deras. Sayangnya akses internet gw dibatasi dan ketahuan pula kalo gw menggeje di dunia maya oleh ortu gw. Ibarat gw selama ini lagi backstreet, terus ketauan ortu, terus dimarahi habis-habisan, terus disuruh putus… sakitnya tuh di sini…

Gw terlalu panik dan akhirnya delete forever tanpa punya kesempatan buat memback-up tulisan gw. Ibarat kata, gw buru-buru melepaskan genggaman tangan si doi, lari sejauh-jauhnya tanpa punya kesempatan buat say goodbye dan mengenang pertemuan terakhir. Eeeeetdaaaah….gw belajar sok romantis juga dari bocah, lho…

Gw nangis bombay malemnya. Gw meringkuk di sudut kasur, menitikkan air mata sampe airnya bisa gw minum saking banyaknya tuh air mata. Lumayan kalo gw lagi capek nangis sampe kehausan. Gw mendekap erat-erat diri gw yang ringkih dan tak berdaya. Ya Allah… kenapaaa? Kenaaaaapaaaaa???

Pasalnya kodokngorek bukan sekedar kamar gw buat berimajinasi, tapi dialah cinta pertama gw (eeeetdaaaah lagi-lagi….) Yep, cinta pertama yg bikin gw suka baca dan gemar menulis. Di sanalah tempat gw bersemayam kalo lagi punya uneg-uneg, dan di sanalah tempat gw menggambarkan sosok Raditya Dika yang gw kagumi, tapi itu dulu.

Intinya nggak sia-sia gitu deh gw mengorbankan kodokngorek karena akhirnya gw lulus SNMPTN Undangan ke Fak. Ekonomi Unair tanpa tes, entah gara-gara kerja keras atau keberuntungan gw semata. Pasalnya nilai UNAS gw yang modar itu nggak berpengaruh apa-apa meski nilai-nilai gw memprihatinkan. Yep, jaman sekarang masih ada nggak, anak SMA yang nilai UNAS matematikanya 5,00???? Kayaknya itu cuma gw dan kesialan gw waktu SMA.

Gw dapet pelajaran berharga:

Mungkin kamu bukan anak pinter. Tapi inget, yang mampu berhasil di akhir adalah mereka yang gigih, sabar dan selalu berjuang buat bertahan. Lupakan anak-anak pintar. Mereka bukan saingan kalian!

Yep, karena pinter cuma bisa dikur sama nilai rapor (yang guampang banget dimanipulasi, apalagi pake nyontek). Stop doing like a loser!!!

Part III

Ditutupnya kodokngorek nggak memupuskan harapan gw buat kembali ngeblog ria. Gw temukan yang namanya wordpress di masa ini. Rasanya kaya lo nemu gebetan baru gituh pas masuk kuliah. WordPress lebih rumit dan complicated, barangkali saking profesionalnya ini blog. Gw makin kesengsem sama ‘gebetan’ baru. Sulitnya meng-customize wordpress malah bikin gw lebih kepo sama penggunaan fiturnya, teman-temanya yang unyu dan makin bikin gw istiqomah pake WP. Apalagi banyaaaaaak banget yang pingin gw ceritain sama seluruh dunia. Dibanding blogspot, gw lebih banyak nemu makhluk di semesta alam ini lebih cepet dan lebih banyak.

Dari dulu kalo gw ngeblog, gw nggak pernah mikir traffic, siapa aja yang ngefollow dan siapa aja yang komen, apalagi di like, apalagi ngemis-ngemis minta di folback. Idk, that’s just go by the nature. Yang komen biasanya temen-temen blog yang kenal deket, itu pun gegara sering silaturrahmi. Intinya jalinlah hubungan yang positif sama siapa aja. Jangan lihat orangnya, tapi liat bobot tulisannya.

Part yang ditunggu-tunggu…

amateur blogger

Nah inilah part yang ditunggu-tunggu sama pemirsa sekalian. So, how to be professional maateur blogger? Yep, piye carane dadi blooger amatir sing profesional? Cekidot!

  1. Be the real newbie

Kagak ada ya di dunia ini yang namanya matir kalo bukan newbie. Bener-bener newbie loh, ya. Newbie sejati. Sensasi kikuk, speechless dan gugup waktu nulis pertama kali itu ada. Ibarat kata ini baru pertama kali pingin ditembak si doi. Atau pertama kali kencan bareng doi. (Maaf, gagal fokus)

  1. Mad of writting

Gimana mau nulis kalo kagak sula nulis? Bingung nggak ada inspirasi? Baca! Baca apapun yang kalian suka. Buat resnsi? Boleh. Buat cerita jokes? Boleh banget. Posting karya tulis atau resume? Boleh. Genre blog itu kalian yang atur. Ibarat kalian chatting sama doi buat arrange tempat ketemuan. (Salah fokus lagi)

  1. Don’t think about followers and likers

Forget about it!!! At all!!! Kalo kalian suka nulis blog, ya nulis aja. That’s the first rule. Kebanyakan orang terlalu sibuk mikirin follower dan gimana caranya biar punya banyak penggemar. Padahal para follower bisa berdatangan tanpa sengaja, tersesat do blog kamu atau tulisanmu memang mewakili banyak suara hati. Ibarat sepasang kekasih yang udah digariskan jodohnya, sejauh apapun pasti bertemu. Mereka punya invisible radar yang bisa menuntun langkah mereka untuk saling bertemu. (Maaf lagi, yah)

  1. Don’t post it to your socmed

Related to the paragraph above, when you writing, just writing. Never mind that nobody’ll read your post. It’s okay. You’re amateur, right?

  1. Be random, be absurd and be Ge-Je, that’ll be fine

Kepribadian tiap orang beda-beda, isi kepalanya juga beda-beda. Jadi, jangan pernah nyontek tulisan orang. Haram!!!

Bikin tulisanmu sendiri. Biar jelek yang penting aseli, no plagiarism. Makin random kamu, makin berwarna tulisanmu. Syukur-syukur bikin orang lain senyum, kan dapet pahala. Cliiing…. #NgedipinMataSebelah

  1. Find your self, don’t follow any rules that not stick with you. Remember, be your self!!!
  2. Post everyday. Be istiqomah and consistant!

 

When you had a good book in your hand, and a cup of coffen in your side, just forget about your boyfriend! Let’s drink coffee and be a good girl…

Posted in Observasi Absurdisme :D

Dicintai oleh Seorang Penulis

13267316_528479514002922_1014822532_n

Seorang bilang, jika engkau dicintai oleh seorang penulis, sosokmu akan hidup selamanya…

setiap orang punya kriteria masing-masing untuk menentukan pilihan. Semua tergantung selera individu, gitu bahasa kekiniannya.

Bisa dihitung pakai jari teman-teman yang ngaku ‘jatuh hati’ atau sambil ngode kalo mereka suka sama para pendaki. Jadinya, banyak teman-teman yang jadi pendaki dadakan. Posting foto-foto kekinian di puncak gunung sambil ngehastag yang berbau kode ala jomblo yang mengharap jodoh datang. Berharap jodoh jatuh dari langit, atau sekedar nggelundung ke lereng gunung buat ketemu mereka.

Nggak sedikit, atau bisa dibilang banyak teman-teman yang blak-blakan soal ketertarikan mereka sama yang berpenampilan cuco’. Rambut berpomade, atau pake apalah pokoknya kinclong dan belahan pinggir. kalo pake kemeja pasti kancingnya kudu keliatan ‘nyekek’ leher. Taulah mereka yang berpenampilan ala-ala boyband taun 80-an. Selain elegan dan keliatan romantis, biasanya dandanan kaya gitu pasti dianut mereka yang berdompet tebel.

Bukannya mendiskreditkan siapapun, tapi setiap orang berhak punya pilihan. Rasanya cuma segelintir bahkan terlalu minoritas orang-orang yang punya selera se-unusual atau seaneh gw.

Gw bukan psikolog, face reader, palm reader, dukun, tukang ramal atau sejenisnya yang bisa ujug-ujug tau kepribadian orang lain ketika pertama kali ketemu seseorang. Biasanya buat nyari temen-temen yang awetnya na’udzubillah sampe saat ini, gw dan mereka harus memulai seleksi alam dulu. Ya, harus melewati proses malu-malu kucing di awal. kalo udah baek, baeeeeeek bener. Kalo udah ngamuk, jeleeeeeek bener.

Lalu ada tahapan fase kedua bernama ‘Fase Bingung’. Di fase ini setiap dari mereka yang deket sama gue pasti bertarung sama diri mereka sendiri buat ngelanjutin pertemanan atau hengkang begitu saja. Gw nggak pernah bermasalah, yang bermasalah takutnya mereka haha… Setelah Fase Bingung itu usai, gw akhirnya bisa menikmati rasanya punya sodara, bukan lagi temen. Udah biasa denger suara kentut dan mengenali aroma masing-masing dari mereka. Udah tau jadwal mandi mereka, tau apa yang bikin mereka alergi, tau kebiasaan minta traktiran, dan hal-hal aneh yang nggak lazim.

Tinggalkan dulu mereka. Sekarang, gimana orang-orang minoritas kaya gw ini memandang sesuatu sebagai ‘Ketertarikan Alami’, bahasa gahol-nya tuh ‘Natural Affection’???

Gw bersyukur punya banyak temen yang suka curhat, sekaligus jadi referensi pribadi untuk memandang segala hal dari perspektif yang lebih luas dan berbeda-beda. Yah itulah, contohnya soal gimana memandang lawan jenis, mengenali kepribadian mereka dan mana yang kudu dipilah-pilah.

Unsual thing kaya gw gini sehari-harinya suka mikir, kadang nggak jelas seperti ‘Kenapa si Neil Amstrong nggak jadi penyanyi kaya Louis Amstrong? Atau apakah mereka benar-benar punya hubungan darah?’. Kadang suka mikir pertanyaan yang kadang bikin gw bingung sama diri gw sendiri seperti, ‘Gw anak siapa? Kenapa cuma gw yang bermata sipit di keluarga gw? Kenapa gw mirip Priscia Nasution? Kenapa gw begitu yakin kalo gw sodaraan sama Angelina Jolie? Kenapa gw pernah mikir kalo sebenarnya Brad Pitt itu jodoh gw yang sengaja ditikung sama di Jolie?’. Kalo udah begitu gw cuma bisa nangis sambil garuk aspal. Nothing else I can do….

Selain mikir dan tersesat dalam labirin pikiran gw sendiri, kadang gw suka ‘memuntahkannya’ dalam wujud kata. Yah beginilah jadinya dan seluruh positngan di bawah-bawah ini yang udah gw tulis, seleksi, edit dan melalui tahap keragu-raguan yang amat pelik. Gw sadar kalo kadang tulisan gw ngaco, nggak berkorelasi sama judulnya, antar paragraf rada’ nggak bersinergi, kadang nggak berbobot dan mellow-mellow nggak jelas gitu.

Gw sadar bahwa gw butuh banyak belajar. Adanya wordpress juga untung-untungan. Gw jadi kenal banyak blogger yg amazing dan jadi punya sarana pelampiasan ‘muntahan’ gw. Akhirnya karena suka nulis, gw juga demen baca. Mulai tersesat di bacaan berbahasa Inggris yang dulunya cuma gw jadiin dopping obat tidur kalo lagi insom, genre berganti ke novel. Secara ajaib gw jadi punya selera ke novel-novel tertentu dan secara aneh gw bisa men-judge mana novel yang termasuk trashy dan mana yang tergolong high quality.

Gw jadi anti sama novel percintaan yang terlalu menye-menye. Pernah nih sok-sokan baca Angels and Demons-nya Dan Brown, eh ujung-ujungnya nonton filmnya saking nggak paham alur kejeniusan Dan Brown.

Dari blog gw akhirnya bisa ketemu real person yang identitasnya nggak disamarkan, apa adanya dan menarik menurut gw. Konsisten update blog dan nulis keseharian mereka. Yang awalnya nggak pernah mikir buat difollow atau dikomen, bahkan dikunjungi sekalipun, yang penting gw suka nulis. Titik!

Kadang gw mikir bahwa mereka yang berkunjung sebenarnya mereka yang tersesat di rimba dunia maya. Salah masuk kamar, buru-buru keluar dan nutup pintu. Di dunia social media, gw selalu waspada pada ‘manusia bertopeng’ yang selalu menunjukkan diri mereka seperti apa yang mereka ingin orang lain pikirkan tentang mereka. Sosial media bukan indikator yang shahih untuk dijadikan tolak ukur kepribadian seseorang yang sesungguhnya. Malahan sosmed adalah panggung sandiwara yang barangkali lebih kejam dari dunia nyata. Gw akan lebih tahu sisi terdalam, terkubur dan tersembunyi dari diri seseorang ketika mereka menulis.

Siapapun mereka, nggak perlu jago nulis yang penting tiap kalimatnya mengwakili kata hati dan kejujuran, ah, entahlah mereka selalu keliatan cakep. Lewat kata-kata gw bisa menilai sisi romantis tersembunyi yang paling keren yang pernah ada. Percaya nggak kalo antar manusia nggak perlu saling bicara buat saling tau satu sama lain. Lewat tulisan kita bisa tau hati seseorang, bahkan sifat yang nggak pernah ia tunjukkan. Lalu secara ajaib bisa saling ngerti satu sama lain.

Writer

Tentang si penulis itu, alangkah beruntungnya jika mampu dicintai oleh mereka. Kita tak pernah sadar bahwa kita selamanya akan hidup dalam tulisannya. Kita adalah inspirasi yang membuatnya mampu menggerakkan pena, sekali lagi tanpa pernah kita sadari. Adakah persembahan yang lebih indah dari itu?

Posted in Observasi Absurdisme :D

Bersatu Tanpa Pernah Saling Bertemu

Terkadang aku begitu heran…

Heran dengan anomali tentang sebuah keterikatan yang sejati tanpa pernah sepasang jiwa saling bertemu di masa lalu

Terkadang aku begitu heran…

Bagaimana sebuah rasa bisa tumbuh dan terawat tanpa pernah saling sapa. Benih yang tersemai secara tak sengaja itu tumbuh dan makin merekah meski hanya tahu satu sama lain hanya dari jarak yang jauh

Seperti ilalang yang tumbuh makin tinggi meski tak dirawat. Dibiarkan berdiri pada akar yang selalu yakin bahwa rasa tak akan pernah mati

Terkadang aku begitu heran…

Bagaimana dua jiwa bisa saling tahu, bahkan seperti telah mengenal sejak lama hanya dari goresan pena, lewat kata-kata yang tertoreh oleh tinta

Lalu secara ajaib bisa mengenal sangat jauh, melampaui batas perkenalan jika hanya saling bertatap muka, dan jauh melampaui dimensi ruang dan waktu. Seperti telah bertemu dan saling mengenal sangat lama sekali

Lalu saling jatuh hati, semakin tenggelam dalam buaian kata-kata dan saling mengagumi dalam diam

Terkadang aku begitu heran…

Bagaimana dua jiwa saling berdoa untuk sosok yang masih menjadi misteri. Begitu kuat keyakinan mereka bahwa yang didoakan adalah sebaik-baiknya jiwa yang mereka tunggu dan mengisi kehidupan mereka suatu saat nanti

Terkadang aku begitu heran…

Bagaimana dua jiwa bisa saling merasa rindu tanpa pernah tahu siapa yang sedang dirindukan

Menanti satu sama lain dari balik tembok yang tinggi, kokoh dan memisahkan, hingga yang tersisa hanya sunyi

Tangis pun hanya mampu tercurah dalam gulita malam, ketika semua makhluk terpejam khidmat, dan hanya angin dingin malam yang masih terjaga, dan saling berkejaran di permukaan bumi

Bertegur sapa?

Haruskah kusapa lebih dulu?

Tetapi pada siapa?

Mengungkap rindu?

Pada siapa?

Terkadang aku begitu heran…

Mengapa begitu mudahnya dua jiwa berikrar untuk saling mengikat diri, saling setia. Meski harus dengan tali ketidakpastian, lalu mengumbar janji setia sampai akhir hayat?

Terkadang aku begitu heran…

Tiba-tiba pertalian terputus hanya karena alasan yang sepele. Lalu ikatan ketidakpastian itu akhirnya membawa bencana, kebencian, sama-sama terluka, memporak-porandakan hidup mereka yang seharusnya indah tanpa cela, sebelum ikatan kepastian menyentuh mereka

Terkadang aku begitu heran…

Yang ada di bumi, mereka cari di langit. Mengapa tak bertegur sapa, sekedar untuk mengawali titik temu dan sebuah hubungan?

Mengapa harus mencari di langit?

Apa yang sebenarnya mereka cari dan sedang tertahan di antara langit itu?

Terkadang aku begitu heran…

                        …

Tunggu, mengapa aku harus heran?

Jawabanku ada di langit yang telah menungguku, hanya saja aku yang terlalu buta dan tak pernah menengadah. Terlalu angkuh dan sombong untuk sekedar menatap tahta-Nya. Hingga kasih sayang-Nya tak pernah bis menyentuh hatiku yang membatu dan gelap tanpa cahaya.

Terlalu sibuk mengumpulkan serpihan kecil yang bertebaran dan meski telah terkumpul, tak akan pernah serpihan itu membantuk satu rangka kehidupan yang utuh, dan menjawab seluruh keherananku.

Lalu aku sadar bahwa mereka yang mencari di langit adalah mereka yang mendapat petunjuk. Orang-orang istimewa yang tak memerlukan apapun di atas bumi. Tak  sibuk mencari yang terserak, tetapi mendapat segalanya dari Sang Pemilik Langit. Mereka yang berhati jernih dari segala kesombongan dan menatap tahta-Nya dengan penuh pengharapan.

Sekali lagi aku sadar, bahwa pertemuan tak harus antar raga…

Mereka yang saling merindu dan saling tahu satu sama lain tanpa bertemu raga, adalah mereka yang telah diikat dalam doa. Mereka tak mencari yang terserak di atas bumi, tetapi mampu saling mengenal ketika saling bertukar doa.

Mereka tak dipertemukan di bumi dalam wujud, tetapi saling mencari dan bertemu di langit. Jiwa merekalah yang saling mencari, lalu dipertemukan dalam suatu pertemuan yang tak biasa. Pertemuan antar jiwa, yang terikat oleh doa.

Mereka yang terikat pada pertalian sejati yang halal, telah dipertalikan oleh-Nya dan disaksikan oleh-Nya dari singgasana-Nya. Semua adalah kehendak-Nya.

Ia-lah yang begitu mudahnya mengubah hati, membuat yang tak mungkin menjadi mungkin, yang tak layak menjadi layak, yang tak suci menjadi suci dan yang tak pasti menjadi pasti.

Adakah alasan aku harus heran pada yang telah dipersatukan tanpa saling bertemu raga?

Adakah alasan aku harus takut kehilangan pada sesuatu yang sejatinya bukan milikku?

Adakah alasan aku harus takut pada kesendirian?

Adakah pula alasan aku harus ragu pada-Nya?

Sebab segala jawaban yang kucari selama ini ada di langit

Jika ingin kau temukan apa yang ingin kau temukan, hapus angkuhmu! Musnahkan sombongmu! Rayu diri-Nya dengan tangismu. Dan menyerahlah pada-Nya. Mintalah cinta-Nya.

Dan rasakan ketika seisi dunia dan seluruh langit juga menyayangimu. Tentu dengan cara yang tak biasa, yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya.

Sekali lagi, adakah dirimu ragu pada diri-Nya?

 

Ruang tanpa nama

25/06/2016

Posted in Mind and Soul

Belajar dari Emak-emak Tetangga

 

emak-emak

Actually, this’s very late post. Pengalaman ini terjadi pas bulan Ramadhan tahun lalu. Rasa menggelitik yang masih mengganjal membuat jemari ini begitu lincah ngetik hingga uneg-uneg ini menghilang.

Alkisah, hiduplah sekeluarga penghuni kos-kosan sebelah rumah, anggep aja tetangga yang kost di sebelah rumah. Kalo dihitung pake jari, mereka berjumlah 5 biji manusia. Sebuah keluarga lengkap yang terbilang serasi. Ada Bonyok (Bokap-Nyokap= Ayah-Ibuk) dan empat biji anak mereka yang masih kecil-kecil. Bukan cuma kecil perawakan mereka, tapi mereka juga beneran masih kecil-kecil. Satu anak lelaki dan tiga anak perempuan. Sebenernya ada dua biji lagi anak mereka. Tetapi menurut legenda yang dianut warga RT sekitar, keberadaan mereka tak pernah diketahui.

Yak seperti hari-hari biasanya, dilema dan kegalauan selalu menghiasi hari-hari ketika tetangga (sebut saja X) itu selalu rutin nyetel musik dangdut. Suaranya ngebass and liriknya bikin kuping Hayati berdarah (rada jorok, syumpah!!!), seperti biasanya. Yah, pokoknya bunyi musiknya ngalahin tanjidor pas acara kawinan, setelah beberapa menit kuping kalian bakal budheg seketika. Apalagi ini bulan Ramadhan, kenapa nggak diisi lagu2 shalawat, nasyid ato lantunan Al-Qur’an. Jadwal musik yang disetel biasanya jam 6 pagi (gila…), jam 1 siang (edan… wayahe manusia2 normal bobok siang tuh) dan menjelang magrib (speechless…).

Bukan cuma nggak suka abis sama lagu dangdut koplo yang lagunya aneh, jiplakan, liriknya kotor dan menggoda syahwat, tapi yang bikin sebel adalah lelahnya bibir ini mengingatkan mereka buat nggak nyetel lagu ‘itu’ keras-keras. Sampe monyong dan berbusa-busa nih bibir, mereka tetep aja nyetel makin gila-gilaan. Lagi-lagi cuma bisa ngempet dan meluapkan dengan tangis lirih di bawah shower. Lalu akhirnya mengidap rematik seketika.

Mungkin ini juga suatu perenungan bahwa toleransi dan tenggang rasa itu udah jadi barang mahal, individualisme dan egoisme manusia makin menjadi-jadi… Mungkin ini juga sebuah pemberontakan yang tersirat secara eksplisit, bahwa masyarakat lapisan bawah nggak mau kalah sama yang lapisan atas. Seolah mereka berkata, “Lo yang kaya hidupnya enak dan seneng-seneng mulu, lha kita yang kismin bakal jadi cobaan buat kalian!”

Bayangin betapa terganggunya kalo lagi enak2 cari inspirasi buat bikin cerpen ato bikin desain rumah ternyata buyar sia-sia gara2 dengerin lirik :

Pinginku sms-an… wedi karo bojomu…

Pinginku ngomong sayang… wedi karo bojomu…

Pinginku ngomong sayang… wedi karo bojomu…

SUMPAH !!!! Edaaaaaan… Liat tuh akibat keseringan dicekoki musik nggak nggenah kaya gitu, secara nggak langsung jadinya gw hafal sama lirik anehnya (-_-‘)

SUMPAHH!!! Lagu begituan kok, ada di muka bumi ini???? Kenapa, Tuhaaaan? Kenapaaa?

Duh, itu lagu ngajarin selingkuh, bermaksiat ria dan ngajarin buat ‘nyomot’ suami/istri orang. Nggak pantes gitu didenger bocah-bocah yang masih polos. Duh Gusti… miris. Ada lagi nih yang bikin risih, dan sayangnya semua orang pasti ngikut demi jadi juara di ajang kompetisi joget (yang giyangnya rada’ brutal):

Ayo goyang dumang, biar hati senang

Pikiran pun tenang… Galau jadi hilang…

Haha.. siapa yang nggak tau ini lagu. Pertanyaannya, pikiran tenang dan galau hilang dari mananya kalo jingkrak-jingkak ngga jelas gitu? Tambah stress sih iya (-.-“)

Kalo diliat-liat lagi para peserta/kontestan yang ngikut goyang begituan, mungkin hampir 95% lelakinya rada ngondek. Duh, nambah rabun ini mata Hayati. Kasian, mereka korban modernitas dan sistem liberalis yang gagal mencetak karakter dan kesehatan jiwa masyarakat.

Kadang kalo ngedumel dalem hati rasanya empet and nyesek sendirian. Ngegaruk aspal nggak ada gunanya. Nangis di bawah shower apalagi. Sering ngasih tau baik-baik buat kecilin volumenya, besok ya gitu lagi. Kumat mode on! Saking seringnya ngasih tau, gw sendiri yang nggak kuat.

Jadi nyadar, bahwa pendidikan untuk masyarakat menengah ke bawah itu penting, terutama soal etika, toleransi dan saling menghargai, bukan cuma soal nilai rapor. Bayangin kalo Britney Spears, Elvis, Marilyn Monroe dan Lady Gaga denger lagu itu, dijamin mereka bakal kena serangan jantung mendadak di tempat dan tensi darah mereka melonjak drastis… Setelahnya stroke stadium empat saking nggak kuatnya mereka dengerin lagu itu. Sebagian dari mereka mungkin bakal kena rematik akut karena keseringan nangis di bawah shower berjam-jam…

Dunia ini aneh… Lebih aneh kalo kemaksiatan menghiasi dunia ini juga. Sempet ada ide buat matiin sakelar listrik tiba-tiba, tapi nggak jadi. Trauma… Soalnya dulu pernah kesetrum meski rambut ngga sampe mbejigrak and gosong2 gitu. Jadilah ujian ini semakin berat.

Pingin pasang tampang serem, bawa sapu sambil gedor2 pintu rumah dan pasang wajah beringas ala ibu-ibu kos galak, tapi gw nggak mampu. Gw terlalu unyu dan msnis buat bergalak-galak ria gitu deh  #NgomongSambilShyShyCat

Gw pernah menghasut Mama buat mindahin mereka ke rumah kost yang lain, yang jauh dari  sebelah kamar… Mama cuman tersenyum simpul sambil berlalu… Ngga ngerti apa yang ada di balik senyum itu, eh tau-tau balik bawa duit, terus disuruh beli terong ama cabe di warung.

Satu renungan dan hikmah lagi nih bro… SABAR !!!

Banyak manusia berkata bahwa manusia punya batas, begitu pula dengan kesabaran… SALAH !! Sabar itu istimewa, dan ia tak berbatas… Kesabaran itu seluas langit. Dengan berpikir jernih dan selalu sadar apa resiko kalo kita marah layaknya kesurupan, maka kita akan bisa mengurungkan niat untuk berlaku buruk yang bakal bikin derajad kita rendah di mata orang lain. Dan seenggaknya buah dari kesabaran itu berasa manis :D

Malem ini si anak laki-laki lagi belajar baca, padahal udah SD kelas 1. Baru kali ini denger dia belajar, sebab biasanya si emak ngomel2 ga jelas gara2 anaknya selalu pulang main pas magrib, sisanya tidur malem. So sweet denget keakraban antara si emak dan anak lelakinya pas lagi belajar. Meski nggak bisa ngeliat mereka, tapi suara mereka terdengar jelas. Bener-bener hunian mereka pas sebelah kamar. Di tengah jalan tiba-tiba si Emak maki2 si anak. Gara-gara masih ga bisa baca, si anak dimaki-maki dengan kalimat yang nggak selayaknya diterima seorang anak. Kedamaian senja itu tiba-tiba lenyap!

Padahal sedari tadi si anak sudah berusaha sekuat dan semampunya untuk belajar baca dan nulis. Kakak si anak malah bikin suasana tambah keruh. Si emak nyuruh si kakak buat ngajarin adeknya baca. Ceritanya si emak mulai boring dan give up.

Padahal menurut gw itu adalah sebuah kesalahan fatal. Si Kakak yang juga ngga sabaran malah lebih parah. Langsung mukul, entah nyubit adeknya sampe nangis… Gw tau dari suara debuman dan diiringi jerit tangis setelahnya. Buset daaaah, si emak nggaks etega itu mukul si anak, eh si kakaknya malah lebih sadis.

Sebenernya nggak cuma kasihan sama si adek, kasihan juga ini kuping Hayati… Jam malem saat nya bobok, eh si adek malah nangis kejer kagak berhenti.

Ya Allah, ini satu perenungan lagi. Bahwa tiap kata yang terlontar dari mulut seorang muslim adalah doa. Dan doa seorang Ibu akan segera diangkat ke langit hanya dengan sekali doa, sedangkan ayah butuh 3 kali doa agar doanya sampai ke langit. Nah, kalo seorang ibu mengucapkan kata-kata buruk untuk anaknya, maka jadilah apa yang diucapkannya menjadi kenyataan terhadap diri anaknya… Na’udzubillah. Wahai ibu, berhati-hatilah dalam berkata-kata. Hiasi bibir kalian dengan ucapan sekaligus doa yang baik untuk anak-anak kalian. Gw aja sering merinding denger kata-kata para emak-emak di dunia ini kalo lagi ngamuk. Tapi gw ngga bisa nahan air mata kalo denger suara bijak seorang Ibu #eeeetdaaaah

Itu semua juga jadi pelajaran kalo ternyata jadi Ibu itu nggak mudah. Karena Ibu yang hebat bisa melahirkan pemimpin bangsa, sekalipun si Ibu bukanlah siapa-siapa. Kalo dipikir-pikir lagi, profesi dan karis seorang ibu itu nggak main-main. Gimana ibuknya, ya begitulah anaknya.

Yah, kalo dipikir-pikir, paling enggak seorang Ibu kudu tinggi ilmu (baik ilmu agama dan ilmu lainnya yang bermanfaat), lemah lembut itu wajib, selalu bertutur halus dan suka mendoakan si anak, selalu berkata bijak dan memotivasi, jadi teladan yang memang patut ditiru (kebanyakan Ibu suka nyuruh-nyuruh tapi berkebalikan dengan perilaku mereka), dan pandai mengatur rumah. Satu lagi, senyum! Iya, senyum. Gw sering serem kalo liat emak-emak lagi melotot dan ngedumel. Mukanya ditekuk serupa origami apalagi jutek banget mukanya. Seenggaknya, Mama gw adalah contoh seorang wanita yang milih Ibu Rumah Tangga sebagai karir dan profesi. Dan itu udah perfect banget!

Short word to brighten your day:

Cinta pertamaku buat-Nya. Hanya Dia… Yang inta-Nya tak pernah bersyarat, tulus, ikhlas, dan mencintai tanpa pamrih penuh pengertian…

Cinta setelahnya buat Baginda Rasulullah…Yang memberi sebuah titik awal kehidupan indah yang baru dalam jalinan ikatan persaudaraan hingga penjuru Bumi, melalui ukhuwah islam yang ia hadirkan karena kehendak Allah…

Cinta ketiga buat sosok Khadijah yang membuat cahaya Islam makin bersinar… Pemberi harapan bahwa sebuah agama besar pasti bisa terlahir melalui kiprahnya dan Rasullah atas seijin Allah…

Cinta keempat… jelas buat Mama, setelah itu Papa… Jelas sudah, tanpa tetes keringat, air mata pengorbanan dan semangat berjuang pantang menyerah demi menjadikanku seperti ini. Dan selalu yakin bahwa aku akan menjadi orang yang berguna, meski mimpi itu belum pernah muncul dalam benakku sekali pun.

Cinta kelima, yah mungkin itu buat kamu… Iya kamu!!! Entahlah, tak pernah kutahu sosokmu. Biarlah jadi misteri. Sebab yah, aku kadang memang suka surprise. Dan surprise dari-Nya biasanya selalu indah. Hahahaha

Insyaallah jika Allah memang jadikan kita dekat nantinya, maka kamu mungkin adalah surprise terindah buatku🙂