Posted in Rohayati: Kisah Kasih Kusut

Once I Fall in Love

once-you-fall-in-love-break-up-635x635

Pernahkah kamu merasa begitu tertarik dengan seseorang,

Lebih spesifiknya seorang lelaki. Kalau kamu laki-laki, tertariklah pada perempuan. Lawan jenismu.

Lumrah bukan, jika kita merasa ada suatu ikatan aneh antara kita dengannya. Lebih spesifiknya lagi, antara aku dengannya.

Aku bahkan sering tertawa seorang diri sekaligus memaki dalam hati mengingat kekonyolan dua manusia cupu yang saling punya rasa, tapi hanya sama-sama bisa diam.

Aku belajar hal paling riskan, yaitu ketika perasaan, hati dan emosi mengalahkan logika dan akal sehat.

Rasa tertarik ini jelas bukan rasa tertarik yang biasa. Seorang yang jauh berbeda dengan diri kita, dengan segala sesuatu yang bersifat unik, nyentrik dan serba…, ah sudahlah. Bilang saja aneh. Titik.

Seorang yang pernah kulupakan bertahun-tahun yang lalu. Di kehidupan sebelumnya aku juga tak pernah mengenalnya. Padahal dulu ia pernah membawaku ke dunianya yang aneh, seru dan serba jadi diri sendiri.

Tiba-tiba hanya karena satu hal yang sangat aneh, lembaran masa lalu itu bermunculan satu persatu. Stampel yang masih tertinggal di atas kertas putih tecorat-coret tanda tangan dan tulisan kita yang berhamburan menerjang logo organisasi, tempat menuntut ilmu abstrak yang pernah kita jalani bersama.

Aku meringis, juga ingin menangis.

Segala suka duka, curhatan kaum lemah dan lugu soal cinta, saling tukar cerita hingga pertemanan yang biasa itu tiba-tiba menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda.

Kukira hanya aku saja yang merasaknnya, tapi kamu juga. Tanpa perlu kamu bilang tentang rasamu, aku tahu.

Aku senyum sendiri sambil menggigit bibir demi menahan tangis.

Tentang bagaimana kita tiba-tiba menjadi orang asing. Aku dan kamu, kita tak lagi saling sapa. Berkirim pesan hanya seperlunya saja. Bahkan entah karena sebab apa kamu dan aku, kita jadi menjaga jarak.

Apakah saat itu ego dan gengsi sebegitu besar, hingga pada akhirnya kita berdua sama-sama hancur oleh perasaan tak terkata.

Aku tak pernah ingat bisa punya kemampuan telepati, aku bisa tahu hanya dari caramu bicara, caramu berdiri di hadapanku dan caramu menjaga jarak.

Bodohnya, kulakukan hal yang sama.

Hingga senja kala itu berubah menjadi malapetaka.

“Hei, aku udah punya orang lain.”

Aku berdiri di belakangmu. Mengucapkan kata-kata bodoh itu dan jelas membuatmu yang masih membelakangiku tiba-tiba menjadi diam.

Aku bingung. Apakah saat itu kata-kataku adalah hal yang tepat untuk enghancurkan dinding es yang selama ini membuat kita berjarak?

Kurasa aku salah. Bukan hanya dinding antara kita saja yang runtuh, tetapi kita, kamu dan aku juga ikut runtuh.

Sungguh.

Aku sendiri tak paham siapa ‘orang lain’ yang kumaksud senja kala itu. Terlalu banyak mereka yang berseliweran, sekedar mampir lalu pergi lagi.

Bukan seperti kamu yang menemani dari titik nol dan selalu berdiri teguh di depanku, lalu kudorong kamu ke jurang paling gelap dan mematikan demi melupakan segalanya.

Lalu kuingat sketsa lain yang pernah kulihat di masa lalu.

Sketsa tentang dirimu dan dia. Ya, dia!

Dia yang entah sejak kapan tiba-tiba berada di antara kita. Dia yang jatuh hati padamu dan lebih berani mengungkapkannya tepat di hadapanmu. Sedangkan kala itu aku hanya layak sebagai pengecut yang diam-diam menyimpan rasa tanpa sekalipun pernah berani mengungkapkan.

Tapi aku tak mau jadi pengecut yang hanya menyalahkan orang lain atas kehancuran yang paling parah ini.

Di depan base organisasi, kamu dan dia saling berbincang. Dia tersenyum dan kamu juga. Mataku panas, jantungku berdegup semakin kencang dan hatiku terasa terbakar.

Aku saja baru tahu setelah setahun kita tiba-tiba menjadi asing, bahwa yang kurasakan saat itu adalah cemburu!

Barangkali memang benar. Saat itu aku mulanya merasa sakit dan cemburu. Lalu perlahan merasa jengkel dan segalanya berubah dalam sekejap.

Tapi tentulah aku tak mau segalanya menjadi sia-sia.

Darimu aku belajar cara seorang perempuan menjadi lebih jujur dan dewasa. Bagaimana menjadi tangguh seperti sekarang ini dan tak perlu bergantung pada siapapun juga. Meski akhirnya kusadari juga bahwa sejak dua tahun itu kamulah yang terakhir yang pernah ada.

Tentang stampel organisasi yang masih terselip di lembaran jurnalku yang sudah terlihat usang, kuberikan saja pada nyala api di luar rumah.

Dengan ini segala tentangmu akhirnya resmi menjadi kenangan masa lalu yang kini sudah jadi debu.

 

-Rohayati

(Dalam ‘Kisah Kasih Kusut’)

 

*Andai Rohayati adalah aku

Advertisements
Posted in The Story of mahasiswa ;D

Apakah Aku Dilahirkan Untuk Menjadi Seorang Pemimpin?

Sebelum saya mengulas tentang kepemimpinan, faktanya masih banyak orang yang belum mengerti perbedaan anatara ‘pemimpin’ dan ‘pimpinan’. Untuk menemukan definisi yang jelas tentang kepemimpinan, ada tiga pertanyaan yang dapat membantu untuk menemukan artian tentang kepemimpinan, yakni:

“Apakah yang dimaksud dengan pemimpin?’

“Siapakah yang bisa menjadi seorang pemimpin?”

“Bisakah semua orang menjadi pemimpin?”

Salah satu definisi umum mengenai kepemimpinan adalah suatu kualitas khusus yang dimiliki seseorang yang memungkinkan orang tersebut untuk memerintah, mempengaruhi dan memimpin orang lain. Kualitas – kualitas yang dimaksud  diantaranya adalah aura karismatik, kekuatan pikiran, potensi intelektual, bakat organisasi, dan rasa tanggung jawab. Kualitas tersebut adalah syarat wajib yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Dalam agama saya, islam memiliki pandangan lain tentang figur seorang pemimpin sesuai dengan firman Allah di dalam surat Al Baqarah (2) ayat 30:

“Dan tatkala Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Aku hendak jadikan khalifah di muka bumi’.”

Begitu pula dengan hadis riwayat At-Tirmidzi, Abu dawud, Shahih Al-Bukhari dan Sahih Muslim yang menyatakan bahwa:

“Setiap orang dari kamu adalah pemimpin, dan kamu bertanggung jawab terhadap kepemimpinan itu.”

Nyatanya banyak sekali orang yang berharap diri mereka adalah seorang pemimpin. Dilahirkan sebagai seorang pemimpin seolah bagaikan hal paling prestisius yang pernah ada. Namun mereka tidak pernah menyadari bahwa setiap dari diri mereka adalah pemimpin bagi diri mereka sendiri. Lalu ketika janin terbentuk, bukankah itu merupakan jawaban mengapa Allah pilih setiap individu terlahir dan menjadi bernyawa?

Kegalauan-kegalauan tersebut tersebut umumnya didasari oleh anggapan bahwa: (1) Mereka memang tidak mengetahui dan memaknai bahwa setiap manusia adalah khalifah atau pemimpin di muka bumi, dan di mulai dari diri mereka sendiri; (2) Mereka hanya berpikir bahwa pemimpin adalah ukuran kedudukan (jabatan) teratas yang dimiliki seseorang dengan beragam kemewahan dan keistimewaan yang bersifat materi; dan (3) Mereka lupa bahwa kepemimpinan adalah tentang memberikan pengaruh untuk perubahan yang lebih baik lagi. Ibarat sedang bertani, seseorang dengan sabar dan ikhlas mulai menyemaikan benih, menyiram secara rutin, memberi pupuk dan merawat hingga tumbuhan berbatang kokoh, berakar kuat, berdaun lebat dan rindang, serta berbuah manis.

Jawaban atas pertanyaan terakhir adalah, setiap orang PASTI BISA menjadi seorang pemimpin. Sebab sejak dilahirkan ke dunia, Allah memberikan tanggung jawab dan amanah berupa usia, kesehatan dan amal perbuatan yang telah ia lakukan semasa hidup, lalu ia akan mempertanggung jawabkan segalanya di hadapan Allah kelak. Dengan menjadikan hal tersebut sebagai motivasi dan tujuan akhir, maka setiap individu akan berlomba menjadi manusia-manusia yang senantiasa memberikan manfaat bagi kehidupan banyak orang. Pengaruh dan dampak yang positif tentu akan dirasakan oleh lebih banyak orang, maka bisa jadi tanpa pernah ia sadari, ia telah mengasah diri untuk menjadi seorang pemimpin sejati.

Kepemimpinan merupakan sebuah pengaruh. Buku teori kepemimpinan mana pun juga akan menyatakan hal yang sama. Mengenai hal tersebut JR Miller lalu berkata, “Ada pertemuan yang terasa hanya sesaat namun meninggalkan kesan seumur hidup. Tak ada seorang pun yang bisa memahami hal misterius yang kita sebut sebagai pengaruh…”

Bab akhir tentang kepemimpinan adalah adalah orang-orang yang percaya pada bisikan suara hatinya lebih dari siapapun. Ia akan memiliki prinsip teguh dengan landasan iman, sehingga membuatnya sebagai seorang pemimpin yang berlaku adil. Ia tak akan tergoyahkan dan tak akan tergoda untuk menyelewengkan kedudukannya demi kepentingan pribadi atau golongan.

Pemimpin adalah yang terdepan untuk mengorbankan diri, bukan menjadikan orang lain sebagai ‘tembok’ agar dirinya selalu berdiri pada zona paling aman.

Pemimpin adalah mereka yang senantiasa memberdayakan, bukan memanfaatkan potensi orang lain demi pencapaian suatu tujuan yang bersifat pribadi dan lebih banyak menguntungkannya

Pemimpin adalah mereka yang mampu melindungi, meskipun lemah secara fisik tetapi mereka tidak meninggalkan teman-teman mereka dan membuang mereka ketika tak lagi dibutuhkan. Jika demikian, lihatlah Hitler dan bagaimana akhir hidupnya. Adakah yang mau mati bersamanya saat tahtanya runtuh?

Pemimpin adalah yang paling berani dan banyak menanggung resiko, bukan yang bisa hidup berleha-leha karena membebankan resiko pada orang-orang mereka. Keadilan dan rasa tanggung jawab yang dimiliki sangat besar dalam hal ini. Karena ia tahu bahwa amanah sebagai seorang pemimpin akan ia pertanggung jawabakan di hadapan Rabb-nya.

Pemimpin adalah yang bergerak lebih dulu ketika semua orang masih saling tuding tanggung jawab ketika persoalan muncul. Mereka yang berani pasang badan untuk menanggung segala kemungkinan buruk yang bakal terjadi dan berani berinisiatif mencari jalan keluar dari suatu masalah.

Pemimpin tidak harus pintar, dalam hal ini dimaksudkan punya gelar berderet panjang, tapi WAJIB memiliki kemampuan untuk bekerja dengan cara yang cerdas dan untuk kebermanfaat masyarakat.

Pemimpin adalah mereka yang percaya bahwa orang lain punya potensi untuk maju dan berkembang, bukan menguasai dan mengendalikan segalanya sesuai keinginan dan kepentingan dirinya sendiri. Sebab dalam kamus man pun, EGOIS dan cenderung memaksakan kehendak bukan sifat yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Jika demikian memang ada, ia lebih tepat menjadi pimpinan. Saat habis masa jabatan lalu dilupakan. Tak ada kesan apapun bagi bawahan mereka.

Yang terakhir adalah, seorang pemimpin harus dicintai dan diterima oleh masyarakat, oleh semua orang. Sebaik apapun kualitas seorang pemimpin dan sehebat apapun prestasi yang telah dicapainya, namun jika ia bukan termasuk orang yang dicintai dan tidak diterima oleh masyarakat, ia tidak akan bisa menjadi seorang pemimpin sejati.

Nah, jika kalian sudah mengetahui tentang “Apa itu pemimpin?”, “Siapakah pemimpin itu?” dan “Bisakah aku menjadi seorang pemimpin?”, kalian mungkin akan bertanya dengan pertanyaan terakhir berupa,

“Bagaimana caranya untuk mengasah diri supaya aku bisa menjadi seorang pemimpin yang baik dan memberikan manfaat untuk seluas-luasnya masyarakat?”

Maka, inilah momen yang paling kalian nantikan, yang paling kalian tunggu dan paling kalian butuhkan untuk menjawab pertanyaan di atas.

“Aku ingin jadi seorang pemimpin!!!”

“Ya!!! Aku ingin menjadi seorang pemimpin!!!”

Kawan, kalian tentu sadar bahwa tak ada jalan mulus yang dilewati untuk menjadi seorang pemimpin. Tak akan ada jalan pintas untuk merealisasikan tujuan, cita-cita dan mimpi-mimpi kalian untuk mencapai hal-hal besar yang bermanfaat bagi seluas-luasnya masyarakat. Akan banyak ujian, cobaan, rintangan dan tantangan yang akan kalian hadapi selanjutnya.

Kegagalan bertubi-tubi dan badai yang menghalang jalan kalian terkadang membuat kalian merasa putus asa. Kalian akan merasa sendiri dan semakin tumbang ketika banyak orang yang akan mencemooh impian kalian.

Tapi selalu ada jalan bagi mereka yang senantiasa berikhtiar. Salah satunya adalah:

“East Java Winner Camp 2017”

1499354359846[1]

Program Indonesian Youth Dream Regional Jawa Timur ini akan menjadi salah satu jawaban dari usaha kalian selama ini. Program Leadership Camp yang akan dihadiri 11 orang pembicara, pakar dan ahli di bidangnya masing-masing akan memberikan kalian pencerahan berupa wawasan, pengetahuan dan ilmu yang bisa kalian ‘bahan bakar’ kalian untuk merealisasikan mimpi-mimpi kalian selanjutnya bersama 100 Delegasi terpilih lainnya yang berasal dari berbagai daerah.

Jadi, mulai saat ini buang jauh-jauh perasaan rendah diri yang selama ini menghalangi pandangan kalian tentang dunia yang begitu luas, ilmu yang tak terbatas untuk dipelajari, berbagai pengalaman yang tak akan pernah habis untuk dirasakan, dan perasaan bahwa ‘Saya tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka.’!!!

East Java Winner Camp 2017 bertujuan untuk melatih generasi muda untuk meningkatkan skill dan self-quality dalam bidang Nationalism, Leadership, Academic, Enterpreneurship, Personal Branding dan Social Empowerment yang diadakan selama tiga hari dua malam.

Melalui event yang diselenggarakan pertama kali oleh Indonesian Youth Dream Regional Jawa Timur diharapkan mampu mencetak generasi muda dengan jiwa pemimpin yang kuat di masa depan untuk selalu berkarya dan senantiasa membaktikan diri untuk kemajuan Indonesia.

1497963858467[1]East Java Winner Camp 2017 sekaligus menjadi wadah untuk kalian, para generasi muda, untuk saling menginspirasi, berkolaborasi, lebih berani bertukar ide atau gagasan, saling menguatkan tekad untuk berani bermimpi besar dan merealisasikannya demi satu tujuan, yaitu mengubah masa depan bangsa ke arah yang lebih baik lagi melalui tahap terpenting bagi suatu perubahan yang dimulai dari diri sendiri.

Melalui langkah kecil ini perlahan kamu akan mulai bisa mengasah diri dan menjadi kaya pengalaman.

Ayo, tunggu apa lagi. Segera download form pendaftaran di sini dan daftarkan dirimu!

IMG-20170706-WA0002[1]

Posted in Observasi Absurdisme :D

Panggilan Shayank :3

Postingan kali ini terbilang chukup istimewa. Ya, chukup syudah..

Kenapa istimewa???
Bagus. Jadi… kemarin tiba-tiba dalem laman email dan line account gw (entah sejak kapan gw posting contact yang sangat fragile ini di blog), berhamburan Pesan-pesaan teror yg bkkin gw merinding disko vroh…

Ya, gw merinding bukan karena gw kebelet eek atau faktor-faktor genetik lainnya. Pasalnya dalem email lama banyak manusia-manusia ababil yang mempertanyakan, “kenups sih lu make ‘mblo’ buat berkomunikasi dua arah antara lo sama penggemar lo???”

Buset banget kan, ya?
Dan masih ada beberapa lagi yang melontarkan hal yang sama. Yang kurang Cuma blitz kamera paparazzi dan lemparan tepung dari para haters.
Sejenak gw merenung di kala membuka mata. Sayup-sayup gw rasakan bau yang tak asing. Entah sejak kapan gw bangkit dan berjalan ke kamar mandi, pas nyadar tau-tau jongkok di wc dan gw sedang ‘menciptakan karya’ di sana.

Apakah itu gerangan merupakan salah satu faktor yang bikin fans jadi jarang mampir ke dunia per-goblog-an gw? Mungkinkah reader dan secret admirer gw sakit ati lantaran sering gw maki dengan sebutan jomblo atau mblo???
Dan setelah proses perenungan dan mencipta karya yang panjang tersebut, akhirnya gw siram kloset sebagai tanda gw telah menemukan ilham dan pencerahan.

Fans sayang, maafkan telah menyakiti hati kalian. Menggoreskan luka dan meninggalkan kepahitan dalam jiwa kalian. Lu sakit karena gw bilang jomblo, padahal seyogyanya itu adalah sebuah kenyataan bagi sebagian fans.
Dan mulai detik yang mendebarkan tersebut gw memutuskan, buat fangirl gw panggil ‘nyet’ dan fanboy gw panggil ‘nyong’. Ketika kalian bersatu dan memadukan kekuatan, gw panggil kalian ‘nyet-nyong’ sebagai bukti kasih gw dan cinta terdalam buat kalian.
Dan segitu sajalah curahan hati gw. Ga sampe sejam. Udah ya, sayang. Aqiqah mo ngebut skripsi lagi. Biar ntar cepet ada yang ngehalalin.

Orang bijak berkata,

“Sehari menunda skripsi, maka tertunda sehari pula langkahmu menuju pelaminan…”

[Nih but lu, nyet!]

41044877

[Dan ini but lu, nyong!]

8q7qh4

Posted in Rohayati: Kisah Kasih Kusut

​Kisah Kasih Kusut Si Rohayati [1]

CINTA ANAK ANJING
Rohayati. Dua puluh tahun usianya. Ia sadar bukan lagi seorang ABG. Dia bertekad untuk bermetamorfosis menjadi sosok yang benar-benar dewasa di usia kepala dua yang kini disandangnya. Lalu, apakah selama ini Rohayati tidak pernah dewasa? Lalu, apa gerangan keterkaitan antara gadis bernama Rohayati dengan kisah kasih kusutnya?

Selamat menikmati…

***

Rohayati…Rohayati…

Nama yang sederhana, terlalus ederhana bagi jiwa seorang gadis muda yang begitu kompleks alias ruwet. Terlahir dari keluarga sederhana, kaya enggak, miskin juga enggak.

Pinter kagak, dibilang bodo juga kagak. Dibilang cantik malah tersinggung, dibilang jelek nggak kalah marahnya. Entahlah, Rohayati…

Bagi Rohayati, dunianya adalah sepetak ruang kosong yang awalnya melompong. Rohayati hidup penuh ketegaran dan kemandirian. Jiwa mudanya membara, sayangnya terpenjara dalam belenggu norma. Ia tinggal di lingkungan keluarga yang dibilang agamis enggak, liberalis juga enggak. Ah, entahlah. Sejak kecil hidupnay begitu membingungkan. Syukurlah, jiwa fleksibelnya tertempa sejak kecil. Alhasil, ia tahu di posisi mana ia harus berperan dalam dinamisnya perubahan lingkungan.

Rohayati, sejenis bunglon kah ia?

Yang jelas, Rohayati kecil menikmati cinta pada pandangan pertama dengans eorang berondong, alias adik kelas yang berhasil naik kelas lima berkat kecerdasannya. Rohayati tak terima. Ia merasa tersaingi, padahal seharusnya ia sadar kemampuan otaknya yang begitu pas-pasan, kadang memprihatinkan. Rahman namanya. Dan jadilah ia rival resmi Rohayati sejak saat itu. Rahman pun sekejap mengambil hati para guru dan teman-teman sekelas. Bak wabah TBC, pesona dan prestasi Rahman merebak cepat sampai sudut sekolah. Ia jadi tenar dalam waktu sekejap.

Sayangnya, cinta anak anjing alias puppy love pertama Rohayati tertambat pada sosok seorang bocah bernama Rahman. Seumur hidupnya yang baru seumur jagung, Rohayati begitu terpesona dengan suara mendayu-dayu Rahman ketika ia maju pentas untuk lomba Qari Al Qur’an. Sesuatu mendobrak jiwa Rohayati untuk yang pertama kala itu.

Seorang yang tidak ia suka, mau tak mau mengubahnya menjadi singa betina jinak lantaran kasmaran. Ah, cinta anak anjing. Sebegini indahnya kah rasanya…

Alhasil, waktu mampu mengalahkan segala keangkuhan dalam diri Rohayati. Uang tabungan yang sering ia sisihkan untuk beli komik, novel atau majalah Bobo, terpaksa harus ia alokasikan seluruhnya untuk beli lulur dan masker bengkoang. Sungguh tahu diri ia rupanya.

Rahman yang alim, pendiam dan kadang lucu itu tentu enggan dengan gajak buluk macam Rohayati. Memandang pun barangkali ia merasakan mual tak terkira.

Dua bulan berlalu, hubungan Rohayati yang sebatas sapa dan salam diselingi tawa malu-malu itu berubah menjadi kian akrab. Siapa gerangan yang tahu jika Rahman punya banyak kesamaan dengan Rohayati. Tentunya hal tersebutlah yang hingga kini disesali oleh Rohayati. Rahman tak kalah cerdas menceritakan alur kisah Detektif Conan dan Lima Sekawan dengan berapi-api pada Rohayati. Kegemaran membaca dan aura kharismatik itulah yang menghipnotis Rohayati.

Besoknya gadis muda itu bertekat turun berat badan agar ketika sebangku dengan Rahman, lelaki itu tak jengah dibuatnya karena Rohayati suka makan tempat.

Hingga akhir desember kelabu sebelum tahun baru, Rohayati merasakan patah hati yang teramat sangat. Dua tahun menjalin hubungan tanpa status, pacar bukan, bahkan terkesan tak pernah dianggap pacar oleh Rahman, sahabat pun rasanya lebih dari itu. Dan hari kelam itu terjadi tatkala Rohayati dan Rahman jalan bersama menyusuri jalanan setapak di belakang sekolah. Keduanya dihadang, bukan untuk dibegal sebab mereka berdua terlalu miskin untuk punya kendaraan bermotor.

Lalu Rahman dibawa ke lapangan yang tak seberapa luas. Di tengahnya anak-anak kelas yang dikenali Rohayati bersenda gurau, pun bergandengan tangan berputar mengelilingi sesosok gadis muda yang Rohayati kenal pula. Amira.

Kembang sekolah yang mampu menempatkan Rohayati di atas bumi, sedangkan Amira berada di langit ke tujuh levelnya. Alhasil, karena jumlah massa yang terlalu banyak, serta rasa tahu diri Rohayati bahwa sampai kapan pun ia tak bakal bisa bersaing dengan Amira, ia melangkah mundur meninggalkan Rahman yang masih ‘ditahan’ untuk selanjutnya disandingkan dengan Amira.

Rasa lain mendobrak jiwa muda Rohayati. Napasnya menjadi sesak. Ia bisa mendengar sedniri degup kencang jantungnya. Tangannya mengepal ingin segera menghajar seseorang, tapi kedua dengkulnya terasa lemas. Sambil terus memandangi ‘dua mempelai’ yang sama-sama terlihat bahagia dan serasi itu, matanya mengabur. Wajahnya panas. Melelehlah air matanya dengan deras. Gadis itu di sana, tetap berdiri mematung tiada daya. Ditinggalkan sendirian dan diabaikan oleh waktu. Ia meresapi setiap rasa sakit yang menggerayangi seluruh hatinya. Entah sudah berapa lama air matanya mengucur tiada henti. Ia menangis dalam kehampaan ruang dan waktu. Tak ada yang melihat Rohayati, tak ada pula yang mendengar isak tangisnya.

Rahman dan Amira berpegangan tangan, senyum keduanya mengembang, Rohayati ingin pingsan.

[Bersambung…]

Posted in Observasi Absurdisme :D

Are You A Secret Lover, Read This!!!

Jika orang lain memilih untuk maju memperjuangkan perasaan mereka agar menjadi nyata, kamu yang lebih memendam cinta pasti meraskan juga lika-likunya. Kamu patut sadar bahwa memendam cinta bukanlah sikap seorang pengecut, juga bukan sifat seorang psikopat (meski kadang ada benernya hehe…).

Mengagumi dari jauh, selalu ingin tahu siapa diri terdalam orang yang membuatmu jatuh hati, mendukung dan berdoa buatnya tanpa ada yang tahu, bahkan cemburu dan bersikap posesif (meski hanya dalam diam) pada setiap yang dekat dengannya adalah segelintir cerita yang selalu kamu lalui  sehari-hari sebagai seorang secret lover aka secret admirer.

Memendam rasa dalam diam dan memilih untuk tidak mengungkapkannya adalah hal paling berani. Nggak semua orang berani lho ngelakuin ini. Standing apllause deh, buat mereka yang berani mengundang rasa sakit…

Suka diam-diam ngga berarti buruk kok, mblo. Malah gw memperhatikan kualitas terbaik dalam diri seorang Secret Lover atau Secrer Admirer seperti yang ada di bawah ini… (menurut survey pribadi dan hasil ngobok-obok buku psikologi) #eeeetdaaaaah

Kamu memahami bahwa cinta itu sepenuhnya tentang tindakan. Titik!

love-story-valentines-giveaway(fatchett.com).jpg

fatchett.com

Kamu sadar bahwa cinta itu bukan hanya sekedar kata dan gombalan, maka kamu lebih memilih berdoa buatnya dan menunjukkan isi hatimu lewat sikap dan perilaku, bukan gombalan murahan! Memilih diam demi menjaga hati dan hidupnya adalah sikap paling kece dari seorang pecinta sejati 🙂

Tindakanmu yang penuh ketulusan hati itu….

13754297_1199503013413477_5570806280449448621_n.jpg

Kamu patut tahu bahwa tindakan yang berlandaskan cinta, semua orang akan bisa merasakan ketulusan dalam tindakanmu, bukan hanya dia yang kamu sayangi. Soal fisik, materi dan segala tetek bengek yang berbau duniawi, lewaaaaat…. Buatmu, bahagia adalah membuatnya bahagia.

Kamu belajar bahwa cinta itu tentang kesabaran

o-WOMAN-THINKING(i.huffpost.com).jpg

s3.amazonaws.com

Memendam rasa adalah pilihan paling bijak demi menjaganya. Salah langkah hanya akan membuatnya semakin jauh dan illfeel denganmu. Bukan perkara mudah memang. Tetapi rasa takut untuk mengusik hidup orang yang kamu cinta nyatanya membuatmu memilih diam dan bersabar untuk beberapa lama lagi sebelum tiba saat yang tepat. Semua bakal indah pada waktunya, ya nggak mblo?

Kamu mampu membedakan mana cinta dan mana nafsu

Kamu melihat bahwa cinta adalah cinta, dan nafsu adalah nafsu. Tak akan tercampur antara keduanya. Cinta tak lekang oleh materi duniawi, tetapi nafsu mudah membutakan ketika materi duniawi yang lebih gemerlap terpampang nyata membahana di depan mata. Jadi, tanya sama diri sendiri, apa yang bikin kamu kepincut sama dia?

Hartakah?

Paraskah?

Silsilah keluargakah?

atau Jabatankah?

Kamu mampu melihat kualitas dan potensi terdalam seseorang

Yep, khususnya buat orang yang kamu sayangi. Nggak mungkin hatimu tertaut begitu dalam sama seorang yang biasa saja atau hanya sekedar rupawan. Pas liat yang jidatnya kinclong dikit, buyar deh itu cinta.

Pasti ada suatu magnet mental yang mampu menarikmu begitu kuat. Magnet itu adalah kualitas diri, potensi diri, kecerdasan, kesantunan sikap, senyum yang tulus, tatapan mata penuh antusias dan semangat dalam diri. Semakin kamu mengenal ‘isi’ dalam diri seorang yang kamu sayangi, semakin jauh rasa kagum menjelma menjadi cinta.

DILEMA UMUM: Kamu merasa sangat takut kehilangannya, tetapi merasa tak pantas untuk memiliki

tumblr_nl06eulHBj1r695ygo1_1280(66_media.tumblr.com).jpg

66.media.tumblr.com

Bingung kan, mblo? Bukan cuma kamu kok, di dunia ini yang pernah nyicip dilema cinta macam itu. Kamu merasa orang yang kamu sayangi adalah segalanya. Ia terlihat agung di matamu. Semakin kamu mencoba memantaskan diri, semakin kamu bingung di buatnya.

Saat mencoba melupakan, rindu padanya semakin terasa sesak (meski kamu membenci dirimu karenanya)

 Sad-girl(stylearena.net)

stylearena.net

Beragam cerita yang telah kamu lalui membuatmu menjadi seorang yang tegar dan tangguh

13726700_1199503296746782_3908025044735321214_n.jpg

Setuju dong, kalau cinta itu nggak harus memiliki.Kamu sadar bahwa cinta tak harus memiliki. Kamu bahkan lebih merelakan ia bahagia dengan yang lain ketimbang dengan dirimu sendiri. Beragam tempaan hidup terutama soal cinta dan asem manis pahitnya yang kadang susah dilupain sudah kamu cicip semuanya.

Hingga tanpa kamu sadari, sebenarnya kamu adalah seorang yang luar biasa. Inget kata Bunda Elly di atas, noh.

Pada akhirnya kamu mengerti bahwa cinta yang kamu pendam adalah ujian terbesar buatmu

girl witing (9walls.in).jpg

9walls.in

Dalam iringan doa kamu selalu berharap agar dipertemukan dengannya suatu saat nanti. Pada suatu titik akhirnya kamu merasa bahwa ia semakin jauh. Terlalu malu untuk mengungkapkan, tetapi merasa tersiksa jika harus mengubur dalam-dalam rasamu. Kamu memilih merelakan meski air mata sebagai harga yang harus kamu terima.

Cinta yang kamu tanam dan tumbuh bagai sekuntum bunga dalam hatimu, tiba-tiba harus tercabut paksa hingga menyisakan lubang yang menganga dalam. Sadarilah bahwa saat itu Tuhan mengujimu, sekaligus sedang mempersiapkan yang lebih baik buatmu. Hingga lubang dalam hatimu akan terisi kembali dengan sosok yang lain.

***

Sekedar corat-coret. Maaf kalau rada absurd dan data kurang sesuai dengan sebagaian orang. Tiap orang punya jalan cerita dan kisah mereka masing-masing.

Setelah nunggu sampe gondrong, akhirnya versi website idnTimes-nya nongol. Check this out!

Happy malem sabtu, mblo (^_^)

Posted in Observasi Absurdisme :D

IYDCamp Summit 2K16: Kolaborasi Mimpi dan Aksi Anak Muda Indonesia

​Assalamualaikum…

Pasti banyak yang bertanya-tanya, kenapa saya memutuskan untuk menjadi bagian dari IYDCamp Summit 2K16?

Sederhana! 

Ketika saya pertama kali masuk Universitas, Dekan saya sudah memberikan wejangan (nasihat) kepada seluruh maba angkatan saya bahwa menjadi manusia berstatus ‘Mahasiswa’ merupakan sebuah langkah awal kita dalam menjejaki kehidupan. Banyak dari kita berpikir bahwa status ‘Mahasiswa’ merupakan akhir perjalanan hidup untuk setelahnya kita berkarir, mencar kerja, hidup mapan dan menjalani alur kehidupan yang itu-itu saja. Boring!

Wejangan tersebut menjadi prinsip hidup saya dan membuat saya bertekat untuk menjadi seorang petualang. Maksudnya adalah petualang ilmu. Hidup sebagai seorang mahasiswa penuh problematika dan dilema yang harus kita cari sendiri solusinya agar hidup kita tetap menjadi stabil, sehingga usaha dalam pencapaian mimpi dapat berakhir sukses sesuai harapan. Ciri-ciri seorang yang banyak belajar dari hidup dan memiliki banyak pengalaman adalah kedewasaan dan kebijaksanaan.

Keduanya masih belum mampu saya miliki sampai sejauh ini. Saya sadar bahwa masa depan bangsa ini pula terletak pada generasi yang dimiliki oleh bangsa pada saat ini. Untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih cerah, salah satu jalan yang bisa dtempuh adalah berkumpul bersama orang-orang yang memiliki satu visi, cita-cita dan aksi nyata yang sama dengan diri kita untuk mencapai tujuan tersebut.

IYDCamp 2016 adalah salah satu tangga yang ingin saya jejaki untuk memulai membangun bangsa di masa sekarang. Dalam event ini saya sangat bersyukur telah dipertemukan dengan orang-orang yang mencintai Indonesia dan memiliki visi besar untuk merubah wajah masa depan Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. Kami dari berbagai latar belakang keilmuan, sudut pandang, agama dan perbedaan budaya, berkumpul menjadi satu dalam IYDCamp 2016. Kami bertukar pikiran, terkadang berdebat, menemukan masalah dan mencari solusi melalui berbagai sudut pandang. Intinya, kami berkolaborasi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang.

Dalam IYDCamp 2016 saya berkesempatan untuk belajar banyak hal, lebih membuka pikiran dan memperbaiki pola pikir saya melalui Interactive Session, Focus Grup Discussion, dan Meet The Leader. Rasanya seperti mimpi ketika diberi kesempatan untuk bertemu, berdialog bahkan guyon bareng tokoh-tokoh inspiratif Indonesia seperti Bapak Herry Zudianto (Walikota Yogya 2001-2011), Pak Yoyok Riyo Sudibyo (Bupati Batang, Jateng), Kang Arif Lukman Hakim dan Iin Amrullah (IM dan Sekolah Guru Indonesia), Sukrisno Nino (Motivator) dan masih banyak tokoh lainnya.

Di atas adalah penampakan Presiden IYD, Mas Puguh. Sebelahnya mas Nino. 

Titik Nol

Meski sudah dinyatakan lolos, saya masih ragu ketika harus memutuskan untuk pergi ke Jogja dalam event ini. Untuk sebuah pencapaian, selalu ada hal yang dikorbankan. Pengorbanan berupa materi (uang), tenaga, waktu dan tugas lain harus saya lakukan demi mendapatkan ilmu yang lebih banyak dari IYDCamp 2016 ini.

Tapi saya selalu yakin bahwa pengorbanan atas nama Allah tidak akan pernah sia-sia. Karena itu saya membulatkan tekat untuk pergi ke Jogja, menjadi delegasi Universitas Airlangga dengan harapan sekembalinya dari IYDCamp, saya bisa menularkan banyak hal positif dan ilmu pada lebih banyak orang lagi.

Hari Pertama

Saya sempat merenung sejenak ketika sampai di kota Jogja. Jika saya merasakan lelahnya perjalanan dari Surabaya ke Jogja, lalu bagaimana dengan temen-teman delegasi lain yang harus menempuh berkilo-kilo meter dari pulau yang lebih jauh dengan semangat yang masih menyala-nyala untuk mengikuti event luar biasa ini? 

Segala penat dan lelah saya menghilang ketika dipertemukan dengan sahabat-sahabat gokil, open minded, terbuka, dan sangat pengertian di sini.

Ini, nih penampakan anak-anak ‘Jayabaya’.   

Yang di depan adalah Mamah Sekar, PIC kelompok Jayabaya. Mamah yang satu ini sangat lembut, penyayang dan agak cerewet. Tapi care banget sama anak-anaknya yang bandel macam kita-kita ini haha. Love you, Mah.

Hari Kedua, Ketiga dan Keempat

Hari-hari diisi dengan belajar, belajar dan belajar. Buku saya selalu terisi penuh dengan kata-kata mutiara, wejangan dan barisan ilmu yang bermanfaat dari para tokoh yang hadir dalam IYDCamp. Dua jam materi diberikan rasanya pun masih kurang.

Meski harus tidur pukul 11 malam, lelah tak pernah terasa. Di akhir sesi selalu ada Facilitator Session, di mana kami berkumpul satu kelompok (saya kelompok Jayabaya) dan saling curhat. Saat bertemu teman-teman kelompok rasanya tidak ingin tidur terlalu cepat. Teman-teman saya terlalu gokil, seru, lucu dan banyak ide. Selelah apapun hari-hari yang terlewati, sebanyak apapun tugas yang diberikan dan seberat apapun amanah untuk hari esok, Jayabaya Genkz selalu mampu mencari solusi. Yang paling berkesan dalam hati adalah, antara satu kelompok dengan kelompok lainnya adalah rasa saling dukung yang tinggi. Tak ada persaingan di sini. Sekalipun persaingan itu ada, pasti persaingan semangat yang berusaha kami tunjukkan. Rasa saling memiliki, mendukung dan menghargai diperlihatkan oleh temen-teman, terutama kepada para panitia penyelenggara IYDCamp 2016. Budaya kami adalah, setiap teman kelompok lain maju untuk presentasi hasil karya kelompok mereka, pasti kelompok lainnya akan sengaja membuat yel-yel penyemangat agar si presentator tidak grogi dan merasa diberi apresiasi. Oleh karenanya, suasana presentasi tidak membosankan, kaku dan terlalu formal. 

Di malam ICN (Indonesia Culture Night) secara khusus kami persembahkan lagu untuk para panitia sebagai apresiasi. Teman-teman menari bersama-sama tanpa rasa canggung atau pun malu, sebab kita seperti saudara. Kami menari di atas panggung dengan penuh semangat diiringi lagu ‘Merah Putih’. Sengaja kami turut menarik panitia ke atas panggung untuk menari bersama. Ada juga panitia yang sampai menitikkan air mata saking harunya. Tak peduli keringat bercucuran, make up luntur karena keringat, nafas ngos-ngosan dan akhirnya terkapar di atas panggung bersama-sama. Yang penting kami semua ingin malam ICN memberikan kesan tersendiri di hati teman-teman dan para panitia.

Noh, kurang kekinian apa cobak? B)

Final Day

Acara terakhir adalah ketika dreamers IYDCamp 2K16 mengikuti Culture Trip, yang menurut saya acara penutup yang berkesan. Sewaktu awal acara kami diberi ID Card dengan lembaran teka teki ‘Sahabat Misterius’ alias SM hehe…

Sebelumnya ada sesi tukar hadiah yang mencerminkan ciri khas daerah masing-masing. Halo yang dari Bengkulu, makasih ya hadiahnya. Entah siapapun dirimu 

Ada clue nama universitas, asal si SM dan salah satu prestasi yang pernah ia raih. Dan insting agen rahasia dimulai sejak saat itu. Saking keponya siapa SM saya, satu persatu teman-teman saya tanya, ‘Kamu SM ku, bukan?’ dan satu per satu dari mereka pula menggeleng dengan mantap. Duh, sesulit inikah mencari jodoh, ups, Sahabat Misterius? 

Setelah SM saya ketemu, kami berfoto di stupa Borobudur, sesuai misi akhirnya. Cultural Trip akhirnya selesai pukul empat sore. Bis rombongan kami melunur menuju KM nol Jogja. Di sanalah titik perpisahan kami. Rasanya nggak rela teman-teman pergi. Titik perpisahan kami berbeda-beda. Ada yang menuju stasiun Tugu, Lempuyangan, ada juga yang OTW ke bandara. Saya hanya memandang satu persatu teman yang berguguran. Rasanya ketika mereka turun dari bis, saya nggak akan melihat mereka lagi, apalagi berkumpul kembali dalam satu forum yang menyatukan mimpi-mimpi kami. Ada juga yang nangis saking harunya. Ada juga yang ketiduran di bis, pas bangun tiba-tiba nangis gara-gara ditinggal pulang sama lain.

Sepanjang jalan saya mengingat bagamana saya dulu mendaftar pertama kali, bagaimana saya berproses hingga menjadi ‘Yang Terpilih’ dari ribuan peserta lainnya, lalu mempersiapkan dana untuk keberangkatan. Tujuan kami sama, IYDCamp di Jogja, tetapi tentu saja usaha kami berbeda-beda, begitu pula dengan pegorbanan yang kami lakukan. Saya mengambil pelajaran paling berharga dari pengalaman saya selama seminggu di Jogja, yaitu:

Pemimpin itu bukan suatu ajang pamer gengsi dan eksistensi, tetapi menjadi seorang pemimpin adalah tugas mulia untuk memperbaiki kondisi masyarakat. Begitu pula dengan amanah, ia tidak akan menggantung pada pundak yang salah…

-Puguh Dwi Kuncoro

****

Postingan tersebut di atas adalah hasil dari tugas pasca IYDCamp Summit 2016. Sengaja dibikin formal biar hasilnya nggak malu-maluin hehe…

Posted in The Story of mahasiswa ;D

H-1 Road to IYDCamp 2K16

It’s been a long time didn’t show up in this blog, huh (‘-‘)

********************************

Kali ini gw bakal ngepost something meaningful and the most precious moment in my life. So let’s check this out!!!

Tentang IYDcamp 2k16

Jikalau saudara2 sekalian ada yang tanya, ‘kok bisa lolos seleksi IYDCamp 2k16???’, maka gw sekedar bisa jawab, ‘kebetulan!’. Ya, kebetulan mereka masih ada kuota kosong plus gw orangnya setia ngikutin acara IYD mulai dari pertama ada sampe akhirnya bisa lolos di Event IYDCamp bulan ini. 

Saking setianya gw, panitia akhirnya terkesima dan terenyuh dengan semangat dan kegigihan gw. Bolak balik ditolak, akhirnya hati mereka terbuka dan dengan lapang dada nerima gw gitu aja wkwkwkwkwk…

Kalo masih banyak yang ngga paham tentang IYDCamp itu apa, monggo googling dulu. Dihayati nan diresapi tiap tata nilai, semangat dan jati diri yang dibentuk oleh IYD. Makanya pas nggak lolos jadi perwakilan daerah untuk jadi pengurus regional IYD, rasanya pingin garuk tembok banget. Nggak lolosnya gara2 deatline udah habis. Di sisi lain gw bahagia karena mereka yang diberi amanah untuk mewakili JATIM dalam membangun negeri adalah orang2 hebat dan pilihan terbaik. 

Yang terbaik dari Allah adalah gw dikasih jatah buat seleksi sampai tahap akhir IYDCamp 2k16. Ga peduli orang lain mo bilang acara kaya gituan nggak penting dan kurang bonafide. Apalagi nggak sedikit yang bilang, ‘Apa yang bisa dibanggakan dari ngikutin acara ini?’. Buat gw bermakna atau bonafidenya event yang gw ikuti adalah tergantung seberapa besar impact-nya buat masyarakat. Barangkali dari acara yang mereka anggap remeh inilah suatu saat masa depan Indonesia bisa terangkai.

…bermankna atau bonafidenya event yang gw ikuti adalah tergantung seberapa besar impact-nya untuk masyarakat…

Simpel! Sayangnya nggak semua orang bisa paham arti kalimat sederhana itu. Yang sering gw lihat adalah mereka yang beridealisme tinggi, punya mimpi dan angan2 besar tapi kebanyakan gagal dalam merealisasikannya, lantas menyalahkan lingkungan atau masyarakat yang dianggap bodoh, terbelakang, susah maju dan nggak layak disejahterakan karena pola pikir sederhana masyarakat kita.

Well jangan tersinggung. Yang bodoh, susah maju dan terbelakang sebenarnya adalah mereka yang gagal sejak awal membaur dan memahami masyarakat mereka sendiri. Mimpi mereka adalah hasil jiplakan mimpi orang lain yang lebih hebat dan menjadi panutan mereka. Kelemahan mereka adalah gagal mengenali masyarakat mereka dan tak tahu apa yang mereka butuhkan untuk maju. See! Bahkan faktor gagal mereka pun terjadi karena sebab yang sederhana.

Selection in Progress!!!

Dalam hidup gw selalu merasa menderita tekanan batin setiap gw dalam masa penantian. Iya deh, gw ngaku, penantian jodoh juga salah satunya. Dan itu pun terjadi selama gw menanti pengumuman lolos dari seleksi IYDCamp 2016 ini. 

Pasrah, excited, insomnia, sedih, galau, ketawa-ketawa sendiri plus kebelet pipis melulu adalah hal wajar yang menemani keseharian gw. Wajar??? Haha pasti kalian bingung dengan keajaiban (read: keanehan) dalam diri gw.

Dan masa-masa itu telah terlewati. Dari sekian banyak berkas yg gw apply di beberapa kegiatan dan instansi di tahun ini, IYDCamp jadi salah satu rejeki yang datangnya dari arah yang tak disangka-sangka.

Puncak Ketegangan

Masa deg degan penuh penantian ini ga bakal bisa gw lupakan. Pengumuman lolos terlewati, ikhtiar selanjutnya adalah prepare keberangkatan dan berkas-berkas yang perlu dibawa. Bayangin, koper udah di bagasi mobil. Siap angkut dan tinggal duduk manis menuju terminal. Segala hal formal dan paling penting udah gw bawa. Lha keperluan paling pribadi nyatanya ketinggalan. 

Jadi intinya, puncak ketegangan gw adalah hal-hal yang dianggap konyol tapi sangat urgent… Jangan pernah bayangin puncak ketegangan yang gw alami adalah berupa kehabisan tiket, ketinggalan bis atau hal-hal umum semacamnya.

The Hope…

Di masa sebelumnya, hidup mendidik gw untuk berhenti berharap dan bergantung pada orang lain. Sifat alami manusia adalah punya ego masing2 dan punya mekanisme pertahanan diri yang kadang aneh ketika bahaya (read: masalah) datang menghampiri. Ego mendorong manusia untuk bertindak demi diri mereka sendiri2. Sekalipun dengan embel-embel ‘demi kesejahteraan bersama’ atau ‘demi bangsa dan negara’, jelas dalam sudut hati paling gelap dan paling rahasia, mereka mendambakan keuntungan dan imbal balik bagi diri mereka sendiri. Kelihatannya nggak ada orang yang benar-benar baik dalam hidup ini. Kedua, mekanisme pertahanan diri mendorong manusia membela diri ketika masalah datang. Entah lari dari masalah, kabur diam-diam atau mengkambing hitamkan mereka yang nggak ngerti apa-apa demi main aman.

Like a wise man said, ‘Seburuk-buruknya berharap adalah berharap pada manusia…’

Tentang harapan, cukup tumbuhkan sedikit saja pada manusia di sekitarmu, sisanya serahkan pada-Nya yang tak pernah mengecewakan. Ia hadiahkan kegagalan dan memberi ganti yang lebih baik dari apa yang kau sedihkan hingga merasa bancur dan merugi tak terhingga karena kegagalan itu.

Tentang harapan… Gw berharap besar sepulangnya dari Camp super amazing ini bakal banyak manfaat dan impact yang bisa gw kasih ke masyarakat. Semoga bisa jadi bekal yang bermanfaat. Ibarat lo baru pulang dari pasar, lo pulang ke rumah bawa bibit tanaman. Iya, bibit. Dianggap nggak seberharga itu. Tapi dengan keteguhan dan keyakinan hati bibit itu tumbuh setelah ditanam. Berbekal waktu dan kesabaran, bibit yang dianggap remeh itu tumbuh menjadi pohon rindang dengan dauh lebat dan berbuah manis. Dan semacam itulah harapan yang pingin gw tanam setelah pulang nanti.

Sepenggal kisah gw sudah lunas gw post dengan sepenuh hati. Gw jadikan hal ini pelajaran berharga. Di masa depan, pengalaman ini bakal jadi bekal berharga untuk memulai hidup yang sebenarnya setelah lulus nanti. Ini bukan akhir, tapi awal dari sebuah  benih harapan yang baru lahir. 

#BeraniBermimpiBesar